Langsung ke konten utama

RESENSI : Kitab Kuning Pesantren dan Tarekat (Buku Kanan)


Judul Buku   : Kitab Kuning Pesantren dan Tarekat
Penulis          : Martin Van Bruinessen 
Penerbit        : Mizan
Tahun Terbit : 1999
Jlh.Halaman  : 382 Halaman 

Pesantren, Tasawuf dan Kiprahnya Dalam Pendidikan

Tradisi pesantren bernafaskan sufistik dan ubudiyah. Ibadah fardhu dilengkapi dengan shalat-shalat sunnah dan zikir wirid serta ratib. Banyak kyai yang berafiliasi pada tarekat dan mengajarkannya pada murid-muridnya. Seperempat dari karangan ulama tradisional terdiri dari kitab-kitab tasawuf dan akhlak.Peranan dan kepribadian kyai sangat menentukan dan kharismatik. Persis sebagaimana pengertian weberian. Sikap hormat, takzim dan penuh kepatuhan kepada kyai adalah salah satu nulai yang pertama ditanamkan pada setiap santri. Kepatuhan itu diperluas lagi hingga penghormatan pada ulama sebalumnya dan ulama pengarang kitab-kitab yang dipelajari.

Inilah salah satu diantara ke khasan santri dibanding pelajar lainnya. Pesantren juga menawarkan pendidikan yang kompleks sehingga berkaitan dengan pembelajaran kehidupan santri. Disamping itu, pembelajaran fikih juga menjadi cabang ilmu yang menoonjol di sejumlah pesantren. Sebab lebih dari agama lainnya, fikih mengandung berbagai implikasi konkret dengan perbuatan manusia baik individu maupun masyarakat. Buku ini sangat menarik untukdibahas dan dipelajari. Sebenarnya ini merupakan hasil penelitian Martin di Indonesia mengenai pendidikan pesantren, tradisi shufiyah dan tarekat. Namun semua itu tidak terlepas dari dunia pendidikan. Sebab pendidikan mencakup berbagai aspek yang membentuk moral dan karakter bangsa. 

Namun kekurangan buku ini diantaranya dari sistem penulisan yang kurang nyaman dibaca, dan penilaian penulis akan adanya diskriminasi laki-laki dan perempuan dalam pesantren yang kurang layak untuk dibincangkan. Sebab pada dasarnya pandangan islam tidaklah dapat dikaji dari sudut pandang equality. Justru dengan membedakan kedudukannya akan memuliakan perempuan sehingga mereka tetap bermartabat.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ujian dan Evaluasi Diri

S etiap dari kita pasti pernah merasakan ujian dalam hidup. Baik dalam bentuk kesulitan ekonomi, masalah kesehatan, hingga konflik dalam hubungan sosial. Ujian ini adalah sebuah kemestian yang tidak bisa dihindari oleh siapa pun. Allah SWT telah menegaskan dalam Al-Qur'an, "Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, 'Kami telah beriman,' dan mereka tidak diuji?" (QS. Al-Ankabut: 2). Ayat ini mengingatkan kita bahwa ujian adalah bagian dari proses untuk meningkatkan kualitas diri, membentuk karakter, dan menguatkan iman kita kepada Allah SWT. Ujian Sebagai Sarana Meningkatkan Kualitas Diri Ujian yang kita hadapi, apapun bentuknya, adalah bagian dari perjalanan hidup yang dirancang untuk meningkatkan kualitas diri kita. Sebagaimana besi yang dipanaskan untuk menjadi lebih kuat, manusia pun diuji agar menjadi lebih baik. Tanpa ujian, kita mungkin tidak akan tahu sejauh mana keteguhan iman kita, seberapa besar kesabaran kita, atau seb...

Memahami Sebuah Ketiadaan

"Allah Mendidikmu dengan Ketiadaan, Agar Engkau Menyadari Betapa Berharganya Sebuah Pemberian " Dalam kehidupan ini, setiap insan pasti pernah merasakan kekurangan, ketiadaan, atau bahkan kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Di saat-saat seperti ini, kita sering kali bertanya-tanya, mengapa Allah membiarkan kita merasakan kesulitan ini? Apakah ini sebuah ujian, hukuman, atau mungkin pelajaran yang tersembunyi?  Rezeki Allah dan Hakikat Ketiadaan Salah satu hal yang perlu kita pahami adalah bahwa rezeki tidak hanya berbentuk materi. Kesehatan, waktu, ilmu, ketenangan hati, dan bahkan kesempatan untuk bertaubat adalah rezeki yang Allah berikan kepada hamba-Nya. Ketika Allah menahan sebagian dari rezeki tersebut, baik itu dalam bentuk harta, kesehatan, atau lainnya, hal itu bukan berarti Allah tidak menyayangi kita. Sebaliknya, bisa jadi Allah sedang mengajarkan kita untuk lebih menghargai apa yang kita miliki dan merasakan betapa berharganya sebuah pemberian. Dalam ketiadaa...

KERANCUAN STUDI ALQUR’AN ALA BARAT

Menyingkap kekacauan berfikir Kaum Liberal Tidak ada kitab suci yang sedemikian besar pengaruhnya terhadap masyarakat dan begitu penting perannya dalam sejarah peradaban manusia selain Al-Qur’an. Dari abad ke abad, kitab suci ini telah menjadi sumber inspirasi para penuntut ilmu, pemburu hikmah dan pencari hidayah. Para pujangga bertekuk lutut dihadapannya, para Ulama tak habis-habis membahasnya. Al-Qur’an-lah satu-satunya kitab suci yang menyatakan bahwa dirinya bersih dari keraguan (la rayba fihi), dijamin keseluruhan isinya (wa inna lahu lahafizun), dan tidak akan mungkin dibuat tandingannya (Laa ya’tuuna Bimitslihi). Ia ibarat kompas pedoman arah dan petunjuk jalan, laksana lentera penerang jalan. Barangkali keistimewaan inilah yang membuat para Orientalis (Orang yang mengkaji Islam dengan Ideologi Barat), Non-Muslim, Yahudi,Liberal dan Kristen menjadi iri dan dengki sehingga berupaya merusak nilai-nilai al-Qur’an.  Soal : Bagaimana Kedudukan Al-Qur’an dimata kau...