Judul Buku : TREN PLURALISME AGAMA, TINJAUAN KRITIS
Penulis : Dr.Anis Malik Thoha
Penerbit : Perspektif
Tahun : 2005
Tebal Buku : 168 Halaman
Kritik Pluralisme Agama
Pluralism adalah salah satu produk budaya Barat yang sarat akan ideologi. Mereka mengusung penyamarataan dan perdamaian antar agama dengan alasan untuk “menghindari konflik” antar umat beragama. Jika kita mengkaji dasar-sadar agama Islam, maka sebenarmya jauh sebelum ideology ini, Islam telah mengusung nilai toleransi. Belajar dari perjuangan Rasulullah yang bahkan sampai menjadikan seorang yahudi sebagai sekretaris Negara Madinah, menunjukkan bahwa Islam sudah toleran dalam hubungan-hubungan sosial masyarakat dengan yang berbeda agama.
Didalam buku ini, penulis yakni Dr.Anis Malik Thoha menjelaskan dengan sangat padat mengenai ideology dibalik kata pluralism agama. diantaranya sebagai berikut : Tren pluralism agama muncul pada masa yang disebut pencerahan Eropa pada Abad ke 18 masehi. Masa yang sering disebut sebagai titik permulaan bangkitnya gerakan pemikiran modern. Yaitu masa yang diwarnai dengan wacana-wacana baru pergolakan pemikiran manusia yang berorientasi pada superioritas akal (rasionalisme) dan pembebasan akal dari kungkungan-kungkungan agama. Ditengah hiruk pikuk pergolakan pemikiran di Eropa yang timbul sebagai konsekuensi logis dari konflik-konflik yang terjadi antara gereja dan kehidupan nyata diluar gereja, muncullah satu paham yang dikenal dengan liberalism. Komposisi utamanya adaah kebebasan, toleransi, persamaan, keberagamaan atau pluralism.
Jika ditinjau dari sejarahnya, ternyata pluralism ini muncul di Barat sebagai reaksi dari pecahnya Kristen menjadi dua kubu, yakni katolik dan protestan. Dan kemudian berkembang menjadi ideology praktis yang mengarahkan bagaimana agar konflik tidak terjadi di gereja dan masyarakat, maka diusunglah ideology ini. Sayangnya, Islam tidak mengalami nasib yag sama seperti gereja. Sebab Islam adalah agama murni dari Allah tanpa ada perubahan sebagaimana agama lain. inilah kemudian yang menjadi alasan kenapa Islam tetap menghormati perbedaan tanpa harus membenarkan perbedaan. Toh, sosial kemasyarakatan tetap terjamin sebab sudah ada asas toleransi. Buku ini sangat baik dibaca oleh semua kalangan, terutama bagi yang ingin memahami bahwa Islam agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam, namun tidak dalam defenisi “ramatan lil’alamin” versi orientalis yang sampai membenarkan semua agama. Wallahu A’lam.

Komentar
Posting Komentar