Langsung ke konten utama

RESENSI : HADIS ASLI ATAU PALSU (Buku Kanan)


Judul Buku : HADIS ASLI ATAU PALSU
Penulis        : K.H.Muhammad Solikhin
Penerbit      : Dunia Islam
Tebal Buku : 168 Halaman 

MENGUNGKAP OTORITAS HADIS

Studi tetang otoritas hadits merupakan lapangan yang sepi dari perdebatan. Sekaligus merupakan wilayah penelitian yang menyita banyak perhatian intelektual, baik dikalangan ilmuwan Barat maupun Timur. Tidak saja hal itu dilakukan oleh intelektual muslim, sejak awal sejaranya namun penelitian terhadap otentalis dan oksidentalis yang terbukti telah menghasilkan berbeagai karya berbobot di berbagai belahan dunia. Penelitian itu diakukan terutama berkaitan dengan fakta sejarah yang telah mencatat bahwa pemalsuan hadis besar-besaran pernah terjadi dengan motif dan latar belakang yang berbeda-beda. Baik dengan tujuan yang baik maupun tujuan yang tidak baik. diantara faktor penyebab munculnya praktik pemalsuan hadits adalah faktor (1) Politik (2) Ekonomi (3) Golongan (4) Memperoleh perhatian penguasa (5) dan daya tarik dalam melakukan dakwah. Dengan meneliti faktor tersebut dapat diambil keterangan bahwa tidak semua hadits maudhu’ itu memiliki dampak negatif, namun ada juga yang sejalan dengan ajaran Islam. Para pengkaji hadits dari kalangan outsider yang paling terkenal ialah Srenger, Ignaz, Goldziher, Montgomery Watt, Joseph Schacht dan sebagainya. Dan diantara mereka yang paling banyak mengkaji hadis dan cenderung meragukan bahkan menentang otentisitas hadis ialah A.Srnger, Goldziher, dan Schacht. 

Penerbitan pertama buku ini diterbitkan oleh penerbit ja’d al-Riyadh. Kemudian penerbitan berikutnya dilakukan penerbit al-maktab al-Islami Beirut. Edisi bahasa arab dan bahasa inggris memang memiliki perbedaan, sebab dalam penulisan baasa arab beliau mengikuti saran teman-temannya dengan mengemukakan dalil-dalil resmi sebagai penguatan dengan pertimbagan doctrinal. Dalam buku ini A’zami menjelaskan dengan gamblang kesimpangsiuran pandagan orientalis dalam mengkaji hadits. sehingga buku ini bisa menjadi salah satu jawaban dalam menggebrak gerakan orientalis Barat dalam misi menghancurkan umat Islam. Wallau A’lam. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ujian dan Evaluasi Diri

S etiap dari kita pasti pernah merasakan ujian dalam hidup. Baik dalam bentuk kesulitan ekonomi, masalah kesehatan, hingga konflik dalam hubungan sosial. Ujian ini adalah sebuah kemestian yang tidak bisa dihindari oleh siapa pun. Allah SWT telah menegaskan dalam Al-Qur'an, "Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, 'Kami telah beriman,' dan mereka tidak diuji?" (QS. Al-Ankabut: 2). Ayat ini mengingatkan kita bahwa ujian adalah bagian dari proses untuk meningkatkan kualitas diri, membentuk karakter, dan menguatkan iman kita kepada Allah SWT. Ujian Sebagai Sarana Meningkatkan Kualitas Diri Ujian yang kita hadapi, apapun bentuknya, adalah bagian dari perjalanan hidup yang dirancang untuk meningkatkan kualitas diri kita. Sebagaimana besi yang dipanaskan untuk menjadi lebih kuat, manusia pun diuji agar menjadi lebih baik. Tanpa ujian, kita mungkin tidak akan tahu sejauh mana keteguhan iman kita, seberapa besar kesabaran kita, atau seb...

Memahami Sebuah Ketiadaan

"Allah Mendidikmu dengan Ketiadaan, Agar Engkau Menyadari Betapa Berharganya Sebuah Pemberian " Dalam kehidupan ini, setiap insan pasti pernah merasakan kekurangan, ketiadaan, atau bahkan kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Di saat-saat seperti ini, kita sering kali bertanya-tanya, mengapa Allah membiarkan kita merasakan kesulitan ini? Apakah ini sebuah ujian, hukuman, atau mungkin pelajaran yang tersembunyi?  Rezeki Allah dan Hakikat Ketiadaan Salah satu hal yang perlu kita pahami adalah bahwa rezeki tidak hanya berbentuk materi. Kesehatan, waktu, ilmu, ketenangan hati, dan bahkan kesempatan untuk bertaubat adalah rezeki yang Allah berikan kepada hamba-Nya. Ketika Allah menahan sebagian dari rezeki tersebut, baik itu dalam bentuk harta, kesehatan, atau lainnya, hal itu bukan berarti Allah tidak menyayangi kita. Sebaliknya, bisa jadi Allah sedang mengajarkan kita untuk lebih menghargai apa yang kita miliki dan merasakan betapa berharganya sebuah pemberian. Dalam ketiadaa...

KERANCUAN STUDI ALQUR’AN ALA BARAT

Menyingkap kekacauan berfikir Kaum Liberal Tidak ada kitab suci yang sedemikian besar pengaruhnya terhadap masyarakat dan begitu penting perannya dalam sejarah peradaban manusia selain Al-Qur’an. Dari abad ke abad, kitab suci ini telah menjadi sumber inspirasi para penuntut ilmu, pemburu hikmah dan pencari hidayah. Para pujangga bertekuk lutut dihadapannya, para Ulama tak habis-habis membahasnya. Al-Qur’an-lah satu-satunya kitab suci yang menyatakan bahwa dirinya bersih dari keraguan (la rayba fihi), dijamin keseluruhan isinya (wa inna lahu lahafizun), dan tidak akan mungkin dibuat tandingannya (Laa ya’tuuna Bimitslihi). Ia ibarat kompas pedoman arah dan petunjuk jalan, laksana lentera penerang jalan. Barangkali keistimewaan inilah yang membuat para Orientalis (Orang yang mengkaji Islam dengan Ideologi Barat), Non-Muslim, Yahudi,Liberal dan Kristen menjadi iri dan dengki sehingga berupaya merusak nilai-nilai al-Qur’an.  Soal : Bagaimana Kedudukan Al-Qur’an dimata kau...