Langsung ke konten utama

Resensi : Asbabul Wurud (Buku Kanan)


Judul Buku : Asbabul Wurud (Studi Kritik Hadits Nabi Penekatan Sosio-Historis-Kontekstual)
Penulis            : Prof.Dr.H.Said Agil Husin Munawwar MA
                       : Abdul Mustaqim, M.Ag
Penerbit          : Pustaka Pelajar
Kota Terbit     : Yogyakarta
Tahun Terbit   : 2001
Tebal Buku     : xiv+251 Halaman 

Asbab al-Wurud 

Paara ulama dari masa ke masa telah banyak menuliskan kitab-kitab asbab nuzul alqur’an, namun tidak demikian hal nya dengan sebab ssebab periwayaatan hadits Nabi Saw. Memang ada beberpa oraang ulama yang menuliskannya naamun tidak didapati manuskrip nya. Maka untuk itu disusunlah kitab ini dengan mengumpulkan riwayat-riwayat dari hadits Nabi. 

Ibnu Mulqan pernah berkata dalam kitab ‘umdah nya ketahuilah bahwa sebagian dari ulama mutaakhirin dari golongan ahli hadits sebenarnya telah mengarang kitab Asbab al-Wurud hadits namun ada juga yang tidak didapati naskah nya sampai saat ini. Maka untuk itulah buku ini ditulis untuk melengkapi khazanah keilmuan dalam mengenal hadis-hadis Nabi. Hadis merupakan salah satu sumber ajaran Islam yang menduduki posisi sangat signifikan, secara structural, menduduki posisi kedua setelah Al-Qur’an. Adanya perintah agar Nabi menjelaskan kepada umat manusia tentang Alqur’an menunjukkan fungsi hadits sebagai bayan teradap Alqur’an. 

Perlunya pemahaman hadits dengan penekatan historis, sosiologis dan antroologis untuk menemukan pemahaman hadits yang relatif lebih tepat, dinamis, dan akomodatif terhadap peubahan dan perkembangan zaman. Namun bukan berarti pendekatan pendekatan tersebut tanpa kelemahan, antara lain adanya kesan ingin mencocok-cocokkan hadits dengan kondisi dan perubahan zaman. 

Buku ini sangat aprsiatif dalam penyajiannya. Namun buku ini adalah terjemahan dari kitab Imam Suyuthi yang disempurnakan dengan tambahan beberapa bab mengenai pemahaman kontekstual hadits. Artinya buku ini sangat bagus dan lengkap sesuai kebutuhan masyarakat tentang informasi sebab-sebab periwayatan adits Nabi Saw. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ujian dan Evaluasi Diri

S etiap dari kita pasti pernah merasakan ujian dalam hidup. Baik dalam bentuk kesulitan ekonomi, masalah kesehatan, hingga konflik dalam hubungan sosial. Ujian ini adalah sebuah kemestian yang tidak bisa dihindari oleh siapa pun. Allah SWT telah menegaskan dalam Al-Qur'an, "Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, 'Kami telah beriman,' dan mereka tidak diuji?" (QS. Al-Ankabut: 2). Ayat ini mengingatkan kita bahwa ujian adalah bagian dari proses untuk meningkatkan kualitas diri, membentuk karakter, dan menguatkan iman kita kepada Allah SWT. Ujian Sebagai Sarana Meningkatkan Kualitas Diri Ujian yang kita hadapi, apapun bentuknya, adalah bagian dari perjalanan hidup yang dirancang untuk meningkatkan kualitas diri kita. Sebagaimana besi yang dipanaskan untuk menjadi lebih kuat, manusia pun diuji agar menjadi lebih baik. Tanpa ujian, kita mungkin tidak akan tahu sejauh mana keteguhan iman kita, seberapa besar kesabaran kita, atau seb...

Memahami Sebuah Ketiadaan

"Allah Mendidikmu dengan Ketiadaan, Agar Engkau Menyadari Betapa Berharganya Sebuah Pemberian " Dalam kehidupan ini, setiap insan pasti pernah merasakan kekurangan, ketiadaan, atau bahkan kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Di saat-saat seperti ini, kita sering kali bertanya-tanya, mengapa Allah membiarkan kita merasakan kesulitan ini? Apakah ini sebuah ujian, hukuman, atau mungkin pelajaran yang tersembunyi?  Rezeki Allah dan Hakikat Ketiadaan Salah satu hal yang perlu kita pahami adalah bahwa rezeki tidak hanya berbentuk materi. Kesehatan, waktu, ilmu, ketenangan hati, dan bahkan kesempatan untuk bertaubat adalah rezeki yang Allah berikan kepada hamba-Nya. Ketika Allah menahan sebagian dari rezeki tersebut, baik itu dalam bentuk harta, kesehatan, atau lainnya, hal itu bukan berarti Allah tidak menyayangi kita. Sebaliknya, bisa jadi Allah sedang mengajarkan kita untuk lebih menghargai apa yang kita miliki dan merasakan betapa berharganya sebuah pemberian. Dalam ketiadaa...

KERANCUAN STUDI ALQUR’AN ALA BARAT

Menyingkap kekacauan berfikir Kaum Liberal Tidak ada kitab suci yang sedemikian besar pengaruhnya terhadap masyarakat dan begitu penting perannya dalam sejarah peradaban manusia selain Al-Qur’an. Dari abad ke abad, kitab suci ini telah menjadi sumber inspirasi para penuntut ilmu, pemburu hikmah dan pencari hidayah. Para pujangga bertekuk lutut dihadapannya, para Ulama tak habis-habis membahasnya. Al-Qur’an-lah satu-satunya kitab suci yang menyatakan bahwa dirinya bersih dari keraguan (la rayba fihi), dijamin keseluruhan isinya (wa inna lahu lahafizun), dan tidak akan mungkin dibuat tandingannya (Laa ya’tuuna Bimitslihi). Ia ibarat kompas pedoman arah dan petunjuk jalan, laksana lentera penerang jalan. Barangkali keistimewaan inilah yang membuat para Orientalis (Orang yang mengkaji Islam dengan Ideologi Barat), Non-Muslim, Yahudi,Liberal dan Kristen menjadi iri dan dengki sehingga berupaya merusak nilai-nilai al-Qur’an.  Soal : Bagaimana Kedudukan Al-Qur’an dimata kau...