Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2017

Membangkitkan Tradisi Keilmuan Dalam Masyarakat Islam

Dewasa ini, masyarakat muslim dihadapkan dengan berbagai macam permasalahan yang menyerang berbagai sisi kehidupan. Masyarakat muslim dihadapkan dengan berbagai isu-isu kontemporer yang membingungkan. Hal ini dilatarbelakangi oleh informasi media yang mengisukan kondisi sosial dan politik yang berbeda-beda antara satu media dengan media lainnya.  Tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian besar media yang ada di Indonesia, baik media elektronik maupun media cetak lebih banyak yang memojokkan islam, dibanding yang membela dan menguatkan islam. Yang lebih menyedihkan lagi, sebagian besar masyarakat muslim terbawa arus dan mempercayai isu-isu yang memojokkan islam tersebut. Akhirnya, umat islam kebanyakan menjadi malu dengan statusnya sebagai muslim, dan merasa bangga dengan lable modern yang dibawa oleh musuh-musuh Islam.  Soal : Apakah yang menjadi penyebab utama kemunduran umat Islam ?  Jawab : Salah satu penyebab mundurnya umat Islam ialah hilangnya semangat un...

Bolehkah Melakukan Perjalanan Jauh Dengan Niat Ziarah Kubur ?

Problematika seputar ziarah kubur adalah masalah fiqhiyah yang sangat erat kaitannya dengan hukum-hukum syari’at, yakni halal, haram, makruh, ataupun sunnah. Seperti ungkapan didalam sabda Nabi Saw لا تشد الرحال) [1] , bukanlah masalah yang berkaitan dengan aqidah.  Namun tidak bisa dipungkiri bahwa ada sebagian kalangan (semoga Allah memberikan petunjuk kepada mereka menuju kebenaran) yang mengkategorikan permasalahan ini kedalam ranah aqidah. Sama halnya seperti apa yang terjadi dalam permasalahan tawassul dengan perantara Baginda Nabi Saw., yang akhirnya bermuara pada tudingan-tudingan “syirik” bahkan mereka tidak enggan mengkafirkan sesama muslim, hanya karena berbeda dengan mereka dalam urusan tawassul dan ziarah kubur Nabi Saw. Padahal, penghulu pemahaman mereka yakni Syaikh Ibn Abdil Wahhab-pun mengkategorikan permasalahan ini dalam ranah fiqhiyah, bukan I’tiqodiyah.  Seperti yang diungkapkan oleh beliau bahwa “Adapun sebagian orang yang meringankan hukum ...

MENGEMBALIKAN KEJAYAAN ISLAM DAN MENINGGIKAN MARTABAT KAUM MUSLIMIN

Istilah Izzul Islam wal-Muslimin merupakan semboyan yang kerap digunakan untuk mendasari sebuah pergerakan dan pembelaan terhadap agama Islam. Disamping itu, semboyan ini juga selalu digunakan dalam upaya menyadarkan umat Islam dan menyelamatkannya dari keterpurukan, baik keterpurukan dalam bidang pendidikan, ekonomi, sosial, politik maupun keagamaan.  Secara umum, Izzul Islam wal-Muslimin merupakan sebuah istilah yang bermakna “Menjayakan Agama Islam dan Meninggikan Martabat Kaum Muslimin” (Toto Tasmara, Menuju Muslim Kāffah, 2004). Semboyan ini tidak lain adalah respon terhadap keterpurukan umat Islam di era modern dan nyaris terkepung dalam buaian globalisasi. Dengan kata lain, semboyan ini merupakan gebrakan yang bertujuan membangunkan umat Islam dari tidur panjang untuk melakukan perlawanan terhadap keterpurukan umat Islam yang hari ini “nyaris” kembali kepada orde jahiliyah.  Kondisi Jahiliyah Modern yang dihadapi umat Islam hari ini adalah kondisi dimana u...