Mengingat perjalanan dakwah Rasulullah Saw,. Sangat erat kaitannya dengan nilai-nilai peradaban dan metode dakwah yang mencakup berbagai aspek kehidupan. Jika dirunut ayat-ayat Al-Qur’an yang turun dikota Makkah, maka akan ditemukan mayoritas ayat-ayat yang berkaitan dengan Aqidah Islam. Allah menurunkan ayat-ayat Aqidah karena pada masa awal pertumbuhan Islam di Makkah, Rasulullah harus berhadapan dengan masyarakat jahiliyah dengan keyakinan bahwa Berhala adalah Tuhan mereka. Adapun berhala yang terkenal pada masa itu ialah Hubal, Khuza’ah, Lata, Uzza dan Manat. Kelima berhala ini adalah yang paling besar diantara 300 berala yang ada disekeliling Ka’bah. Inilah yang menjadi penyebab sasaran utama dakwah Rasulullah adalah memurnikan Aqidah masyarakat Arab Quraisy pada masa itu. Hal ini disebabkan Aqidah adalah pondasi utama dalam Islam, jika Aqidahnya sudah benar, maka syari’at akan mengikut.
Metode dakwah yang dilakukan Rasulullah adalah metode yang sangat efisien. Menggunakan kelembutan dan dakwah secara perlahan dan tidak tergsa-gesa. Tentunya segala hal yang dilakukan oleh Rasulullah pasti memiliki hikmah yang besar. Diantara aspek-aspek peradaban yang dibangun Rasulullah di Makkah dapat dirincikan sebagai berikut :
1. Ajakan untuk beriman kepada Allah Swt,. Orang kafir quraisy makkah untuk beriman dan menyembah Allah semata tanpa melakukan kesyirikan. Pada masa itu, orang Quraisy jika ditanya “siapa yang menciptakan langit dan bumi, maka mereka akan berkata “Allah”. Namun sesuai dengan keterangan Syaikh Abdullah Al-Harary didalam Syarh Aqidah Tahawiyah, bahwa orang kafir Quraisy biasa meminjam kalimat “Allah” untuk dinisbakan pada berhala-berhala makkah. Kebiasaan ini yang diubah Rasulullah agar beriman kepada Allah ‘Azza Wa Jalla. Ternyata, seiring berjalannya dakwah Rasulullah, selama 13 tahun di Makkah, nilai tauhid ini mampu menjadi kekuatan besar umat Islam yang saat itu hanya sedikit jumlahnya. Bilal yang disiksa, Abu Bakar, dan sahabat lainnya mampu bertahan dari gangguan dan cobaan yang datang dari kafir quraisy hanya dengan modal keimanan kepada Allah. Artinya, selama umat Islam menanamkan nilai-nilai Aqidah disanubari terdalam, maka godaan dan ujian apapun yang datang akan bisa dilalui dengan kelapangan.
2. Memulai dakwah dengan pendekatan kepada rakyat kecil. Rasulullah selalu berdakwah bergerak dari rakyat-rakyat kecil seperti budak. Sikap fanatisme rakyat kecil biasanya lebih tinggi dibandingkan yang diatasnya. Terbukti dengan keimanan Bilal bin Rabbah yang sangat mendalam. Dan terus dipertahankan meskipun mengalami siksaan yang sangat besar. Dakwah Rasulullah dilakukan dengan sembunyi sembunyi sebagai siasat untuk mengumpulkan kekuatan dengan landasan iman yang kuat, dan agar umat Islam yang ada tidak mendapatkan siksaan besar yang berakibat fatal jika diketahui oleh rekan kafir quraisy. Artinya, Rasulullah tidak pernah berprasangka buruk dengan kekuatan kecil, sebab kekuatan kecil itu yang nantinya akan menjadi kekuatan besar dalam penaklukan kota makkah, bahkan, Bilal bin Rabbah seorang budak asal Etiopia yang dipandang sebelah mata oleh orang Arab mejadi Muazzin pertama dalam dunia Islam.
3. Kekuatan iman umat muslimin kala itu sangat kuat sampai menjalar ke setiap syaraf dan mengalir terus ke seluru tubuh seiring aliran darah. Ini yang menyebabkan umat Islam tampak kuat dan banyak meskipun masih dalam jumlah yang sangat sedikit. Kefanatikan dalam agama sangat mempengaruhi kekuatan agama itu sendiri. Terbukti Istri Rasulullah, Siti Khadijah, Usman, Abu Bakar, bersedia mengorbankan seluruh hartanya untuk perjuangan agama Islam. Keberkahan harta para sahabat itulah kemudian menggugah kerasnya hati Umar bin Khattab yang sangat ingin membunuh Rasul berubah menjadi garda terdepan pembela umat Islam.
4. Munajat yang terus dibangun dalam mendekatkan diri kepada Allah, ketrikatan hati umat Islam yang sangat erat kepada Allah, mengalahkan segala hal yang menghadang. Gangguan, siksaan, boikot hingga embargo dan lain sebagainya bukan menjadi alasan untuk tidak beriman. Inilah yang dibangun oleh Rasulullah sehingga mampu mengalahkan musuh Islam dalam perang Badar.
Alhasil, nilai Aqidah yang terus dijaga menjadi pondasi dasar gerakan dakwah Islam yang dilakukan Rasulullah Saw,. Dan kekuatan ini yang hari ini hampir hilang dari umat Islam, sehingga umat Islam jadi lemah, terperdaya dengan harta, dan haus akan jabatan, Islam, akan kuat jika asas peradaban yakni Aqidah memiliki posisi penting direlung hati tiap-tiap umat Islam, jika tidak, maka perlahan-lahan Islam akan tinggal namanya saja.

Komentar
Posting Komentar