Langsung ke konten utama

RESENSI : Internasionalisasi Pendidikan (Buku Kanan)


Judul Buku     : Internasionalisasi Pendidikan 
Penulis            : Drs.Abdurrachman Assegaf, M.Ag 
Penerbit          : Gama Media
Tahun Terbit   : 2003
Jlh.Halaman    : xiv+321 Halaman 

Pendidikan Dalam Kancah Internasional

Gaya hidup modern ditandai dengan serba canggihnya teknologi, dimulai dari teknologi komunikasi sampai transportasikini untuk mengadakan konferensi internasional pihak penyelenggara tidak lagi mesti menghadirkan para peserta untuk datang ke Negara tertentu., tapi cukup dengan tele-conference, masing masing peserta tetap ditempat asalnya, sementara setiap peserta dapat berkomunikasi langsung via monitor. Bagaimana teknologi modern bisa maju ? majunya teknologi tidak bisa lepas dari peran pendidikan. Pendidikan menyajikan ilmu pengetahuan kepada peserta didiknya melalui proses pembelajaran penelitian, dan pengembangan. Karena sautu Negara memiliki keistimewaan sendiri, dalam hal pengetahuan dan teknologi, budaya dan hokum, maka Negara tertentu pun menjalim kerjasama dengan Negara lain secara mutual cooperation. Hubungan inilah yang tidak dapat terelakkan, sebab bila dicegah akan menyebabkan tekucilmya pendidikan di Negara tertentu. 

Sepanjang sejarah, pendidikan di indoensia mengalami kemajuan dan kemunduran, kemajuan dimulai dari masa orde baru dengan diberlakukannya aturan kebolehan memakai jilbab dab rok panjang di sekolah agama, hal ini berfampak positif bagi masyarakat muslim Indonesia. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa ketika ekonomi Negara anjlok maka puluhan ribu anak Indonesia terancam putus sekolah. Hal ini yang agaknya harus didiskusikan lebih lanjut. Sebab semakin mahal biaya sekolah maka semakin banyak anak bangsa yang tidak terdidik dengan baik. Pendidikan di Indonesia agaknya dapat dibagi kepada beberapa bagian, yakni pendidikan prasekolah, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Namun hal ini tidak cukup jika sumberdaya bangsa masih berkemampuan rendah untuk bersaing. Di era globalisasi dan pasar bebas ini perlu dijalin kerjasama yang lebih baik dengan pendidikan internasional sehingga akan melahirkan generasi abngsa yang lebih berkemampuan tinggi dan siap bersaing di dunia luar, untuk mendidik generasi selanjutnya. 

Buku ini snagat menarik sebab memberikan gambaran bagaimana pendidikan di luar negeri. Namun tetap harus difahami bahwa pendidikan luar negeri juga bisa memberi dampak negative selain nilai positifnya. Maka pelajar bangsa harus tetap waspada dan berpegang pada prinsip yang benar, sehingga tidak terpengaruh arus negative namun tetap mampu bersaing di era global.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ujian dan Evaluasi Diri

S etiap dari kita pasti pernah merasakan ujian dalam hidup. Baik dalam bentuk kesulitan ekonomi, masalah kesehatan, hingga konflik dalam hubungan sosial. Ujian ini adalah sebuah kemestian yang tidak bisa dihindari oleh siapa pun. Allah SWT telah menegaskan dalam Al-Qur'an, "Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, 'Kami telah beriman,' dan mereka tidak diuji?" (QS. Al-Ankabut: 2). Ayat ini mengingatkan kita bahwa ujian adalah bagian dari proses untuk meningkatkan kualitas diri, membentuk karakter, dan menguatkan iman kita kepada Allah SWT. Ujian Sebagai Sarana Meningkatkan Kualitas Diri Ujian yang kita hadapi, apapun bentuknya, adalah bagian dari perjalanan hidup yang dirancang untuk meningkatkan kualitas diri kita. Sebagaimana besi yang dipanaskan untuk menjadi lebih kuat, manusia pun diuji agar menjadi lebih baik. Tanpa ujian, kita mungkin tidak akan tahu sejauh mana keteguhan iman kita, seberapa besar kesabaran kita, atau seb...

4 PERTANYAAN

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ وَفَّقَ مَنْ شَاءَ مِنْ خَلْقِهِ بِفَضْلِهِ وَكَرَمِهِ، وَخَذَلَ مَنْ شَاءَ مِنْ خَلْقِهِ بِمَشِيْئَتِهِ وَعَدْلِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَلَا شَبِيْهَ وَلَا مِثْلَ وَلَا نِدَّ لَهُ، وَلَا حَدَّ وَلَا جُثَّةَ وَلَا أَعْضَاءَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا وَعَظِيْمَنَا وَقَائِدَنَا وَقُرَّةَ أَعْيُنِنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ،وَصَفِيُّهُ وَحَبِيْبُهُ. اَللهم صَلِّ وَسَلَّمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إَلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ . أَمَّابَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ الْقَائِلِ فِيْ مُحْكَمِ كِتَابِهِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ (سورة الحشر: ١٨ مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْ...

Memahami Sebuah Ketiadaan

"Allah Mendidikmu dengan Ketiadaan, Agar Engkau Menyadari Betapa Berharganya Sebuah Pemberian " Dalam kehidupan ini, setiap insan pasti pernah merasakan kekurangan, ketiadaan, atau bahkan kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Di saat-saat seperti ini, kita sering kali bertanya-tanya, mengapa Allah membiarkan kita merasakan kesulitan ini? Apakah ini sebuah ujian, hukuman, atau mungkin pelajaran yang tersembunyi?  Rezeki Allah dan Hakikat Ketiadaan Salah satu hal yang perlu kita pahami adalah bahwa rezeki tidak hanya berbentuk materi. Kesehatan, waktu, ilmu, ketenangan hati, dan bahkan kesempatan untuk bertaubat adalah rezeki yang Allah berikan kepada hamba-Nya. Ketika Allah menahan sebagian dari rezeki tersebut, baik itu dalam bentuk harta, kesehatan, atau lainnya, hal itu bukan berarti Allah tidak menyayangi kita. Sebaliknya, bisa jadi Allah sedang mengajarkan kita untuk lebih menghargai apa yang kita miliki dan merasakan betapa berharganya sebuah pemberian. Dalam ketiadaa...