Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2016

e-Book Fiqih Lintas Ramadhan

Alhamdulillah telah selesai dihimpun e-Book kecil ukuran saku dengan tebal 48 halaman yang berisi panduan-panduan ringkas mengenai Fiqih Lintas Ramadhan. didalam buku ini penulis cenderung mengemukakan hal-hal terkait pelaksanaan ibadah puasa yang banyak disalah pahamkan sebagian kalangan. maka dengan harapan dapat menjadi manfaat bagi masyarakat, penulis share buku saku ini dengan ukuran kecil agar bisa dibawa kemana-mana dan dibaca disaat bersantai. berikut link e-Book Fiqih Lintas Ramadhan yang dapat di download di Sini Semoga Bermanfaat ....!!!!

MENYINGKAP HIKMAH DIBALIK ISRA’ MI’RAJ NABI MUHAMMAD SAW (part 1)

Rasul-Rasul Allah Swt masing-masing memiliki keistimewaan yang menjadi mu’jizat yang berfungsi sebagai sesuatu bukti dan penguat kebenaran dakwah para Rasul Allah dan melemahkan tudingan-tudingan para pendusta-pendusta ajaran Rasulullah. Hal ini dapat dilihat dari beberapa kisah yang diungkapkan didalam Al-Qur’an, Hadis dan sirah para Nabi dan Rasul Allah. Sebagai sebuah contoh, ketika Nabi Nuh as. Membuat perahu disaat cuaca kering kerontang, hal ini menjadi olok-olokan dari umatnya kala itu, sampai-sampai kapal yang dibuat diatas puncak gunung tersebut dikotori bahkan dengan kotoran mereka sendiri,hal ini menunjukkan pendustaan yang sangat besar pada Nabi Nuh as. Namun Allah maha berkuasa atas hamba-hambanya, kotoran yang mereka buang di kapal Nabi Nuh justru menjadi obat kebutaan dan berbagai penyakit yang mewabah di wilayah tersebut hingga akhirnya mereka oleskan kotoran tersebut ke mata mereka sendiri. Dan masih banyak peristiwa-peristiwa menakjubkan yang dialami oleh para Nabi...

Sekilas Hukum Bertawassul

HUKUM BERTAWASSUL KEPADA NABI MUHAMMAD SEBELUM DILAHIRKAN STUDI KRITIK HADIS RIWAYAT ABDURRAHMAN BIN ZAID BIN ASLAM DIDALAM MUSTADRAK IMAM AL-HAKIM A. Pendahuluan Setiap amal ibadah yang dilaksanakan oleh seorang muslim, sudah semestinya memiliki dasar hukum yang kuat dan terpercaya sebagai landasan dari amal tersebut. Hal ini bertujuan untuk menghindari diri dari kesalahan-kesalahan dalam tatacara melakukan suatu amal ibadah. Para ulama telah sepakat menyatakan bahwa dasar hukum islam bersumber dari Al-Qur’an, Hadis, Ijma’ dan Qiyas disamping dalil-dalil yang mukhtalaf. Dan para ulama telah menjelaskan bagaimana metode dan cara pengambilan hukum dari nash atau dalil hukum sehingga menghasilkan produk-produk hukum yang baik. Mengenai tatacara pengambilan dan penggunaan dalil hukum tersebut para ulama berbeda pendapat, hal ini disebabkan proses pengambilan hukum dari dalil merupakan ijtihad yang sangat besar didalamnya peluang berbeda pendapat. Terlepas dari perbedaan tersebut...

JANGAN SEMBARANG TAFSIR....!!!

JANGAN SEMBARANG TAFSIR....!!! Ayat – ayat alqur’an terdiri dari dua bagian, diantaranya adalah ayat yang muhkamat dan mutasyabihat. Hal ini senada dengan firman Allah Swt, didalam Alqur’an surat ali Imran sebagai berikut : هُوَ الَّذِي أَنزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ ءَايَاتُُ مُّحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتُُ فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغُُ فَيَتَّبِعُونَ مَاتَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَآءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَآءَ تَأْوِيلِهِ وَمَايَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلاَّ اللهُ وَالرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ يَقُولُونَ ءَامَنَّا بِهِ كُلُُّ مِّنْ عِندِ رَبِّنَا وَمَايَذَّكَّرُ إِلاَّ أُوْلُوا اْلأَلْبَابِ Artinya : Dia-lah yang menurunkan Al kitab (Al Quran) kepada kamu. di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, Itulah pokok-pokok isi Al qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, Maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyabihat daripadanya untuk menimbulk...

DONGENG-DONGENG SETAN DAN ORANG ‘ALIM

Selamat malam, mungkin malam ini menjadi malam yang indah bagi sebagian orang, dan bisa saja menjadi malam yang tak berarti bagi yang lain. Malam ini aku mau mengangkat sebuah tema pembahasan (Baca:Cerita-cerita) tentang sesuatu yang mungkin akan bermanfaat bagi diri pribadi, dan tentunya jangan sampai menjadi bumerang buat semua orang. Tema yang aku ambil malam ini (Baca: Siang)[1] tentang “Dongeng-Dongeng Setan dan Orang ‘Alim”. Mungkin judul ini agak kontroversial sehingga bisa buat orang lain mikir yang macem-macem tentang tulisan ini atau bahkan tentang penulis sendiri. Terlepas dari semua itu, tulisan ini hanya sebagai refleksi dari kitab Maraqil ‘Ubudiyyah karangan Syaikh Muhammad Nawawi al-Jawi(Baca: Al-Bantani)[2] yang merupakan penjabaran dari kitab Bidayatul Hidayah karangan al-Imam al-Ghazali Rahimahullah. Kenapa aku angkat judul ini ? barangkali ada yang nanya. Mungkin diawali dari pemahaman pribadi yang apa adanya, dengan harapan tulisan ini diminati oleh...