Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2016

MENGAPA KRISTEN MENJADI LIBERAL ?

Pertanyaan diatas agaknya tidak pernah terfikirkan oleh sebagian besar kalangan, baik Kristen maupun Muslim. Sebab pertanyaan ini memang masih menajdi misteri di kalangan Kristen sendiri. Hal ini agaknya disebabkan adanya factor-faktor yang tidak lain meruakan aib kalangan Kristen sendiri, inilah yang menjadi bukti bahwa pentahrifan orang-orang yahudi dan nashrani telah dilakukan sebagaimana firman Allah Swt “Maka celakalah bagi orang-orang yang menulis Alkitab dengan tangan mereka, kemudian berkata: Alkitab ini adalah dari Allah, untuk dijual dengan murah. Maka celakalah bagi mereka disebabkan tulisan tangan mereka, dan kecelakaanlah bagi mereka atas apa-apa yang mereka usahakan.(QS Al Baqarah:79)”. Ayat ini setidaknya data memberikan gambaran kecil bahwa Al-Kitab, yang saat ini dipedomani oleh agama nashrani yang sekarang bereformasi menjadi Kristen adalah kitab palsu yang telah dirusak oleh mereka.  Agama Kristian, yang mengaku sebagai pengikut Nabi Isa as., mengiman...

MUSLIM BERMORAL, MUSLIM BERMAZHAB

Sejarah Islam, telah mencatat bahwa dalam beragama tidak banyak orang yang benar-benar memahami agama dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari realita yang beraneka ragam dan banyaknya masalah yang tidak dapat diselesaikan sendiri tanpa adanya ilmu yang mumpuni. Manusia dengan akal fikiran yang diberikan Allah tidak dapat mengetahui kebenaran tanpa adanya tuntunan dari sang maha benar. Untuk itulah Allah mengutus Rasulullah yang membawa agama islam, agar kehidupan manusia terarah dengan baik.  Jauh jauh hari Rasulullah telah bersabda : “Aku tinggalkan untukmu dua perkara, tidak akan tersesat selama engkau berpegang pada keduanya yakni Kitabullah dan Sunnah Rasulnya”(HR.Malik) belajar dari hadits ini agaknya dapat diambil sebuah pelajaran bahwa agar jalan tidak tersesat maka harus beregang pada Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Saw,. Seluruh ulama sepakat mengenai hal ini, namun tidak sedikit yang tertipu dan terpedaya dalam mengamalkan hadits ini.  Secara logika akal y...

PERANG PEMIKIRAN Part I, (Perang Tanpa Senjata)

Misi Terselubung Missionaris, Orientalis, Kolonialis Ghazwul Fikri, itulah sebutan lain dari perang pemikiran. Secara defenitif, Ghazwul Fikri atau perang pemikiran ialah “Sebuah upaya mengubah situasi dan kondisi kaum muslimin baik dari segi politik, pengetahuan, sosial dan ekonomi, dengan cara menundukkan hati dan akal, membolak-balik fikiran dan aqidah, sehingga orang yang diperangi pemikirannya akan lemah bahkan tidak mau berfikir, hingga akhirnya mudah dikuasai dan dijatuhkan”. Perang ini dilakukan oleh tiga kelompok tentara, yakni Missionaris, Kolonialis, dan Orientalis. Ada beberapa tahapan yang dilakukan oleh tentara-tentara perang pemikiran ini yakni dengan metode (1) Tasykik yakni menciptakan keragu-raguan pandangan akidah umat Islam terhadap agamanya. (2) Tasywih yakni menghilangkan kebanggaan umat Islam terhadap agamanya. (3) Tadzwib yakni pelarutan budaya dan pemikiran. (4) Taghrib yakni pemBaratan dunia Islam yang mendorong umat Islam agar menerima pemikiran ...

Seri : LIBERALISASI PEMIKIRAN ISLAM (PART II)

"Pribumi Terjajah" Teringat dengan cerita seorang teman, kala itu ia berkata, “ Mas, kita sudah tahu Indonesia pernah dijajah Belanda dan Jepang, sumber daya alam kita diambil paksa, rakyat disiksa dengan kerja rodi, wanita-wanita diperkosa, orang-orang tua dibunuh, kita sadar betapa kejamnya bangsa kolonial itu di bumi tercinta, mereka menyerang dengan senjata namun bisa kita lawan dengan bambu runcing. Ini yang aku banggakan dari Negeri ku, sadar dijajah maka segera bergerak walau hanya bermodal bambu runcing”  Hari ini, Indonesia memperingati hari kemerdekaan, namun apakah kemerdekaan sudah menjadi milik Indonesia ? Indonesia kaya sumberdaya alam, namun apakah kekayaan itu milik Indonesia ? tanpa kita sadari, pertahanan Negara kita, kesadaran bangsa kita sudah dijajah kembali. Kali ini tidak dengan senjata, tidak dengan kekerasan, namun dengan kemanjaan dan fasilitas asing yang menawan hati. Teknologi asing, barang-barang impor dari asing, sungguh menawan ha...

KATA DAN IMPLIKASINYA TERADAP PERADABAN

Part II Mengkaji ajaran islam sudah semestinya mencakup aspek-aspek pokok. Agaknya inilah yang dimaksud dengan kewajiban menimba ilmu yang tertuang didalam Alqur’an dan hadits Nabi Saw,. Senada dengan itu Imam Al-Gazali didalam Ihya’ menerangkan bahwa “ilmu yang wajib dituntut adalah ilmu yang bermanfaat untuk akhirat serta dapat menambah rasa takut kepada Allah Swt,”. Dan ilmu imu pokok itu ialah ilmu Syati’at yang mencakup Ilmu Tauhid, Fiqih dan Tasawuf. Namun tidak berhenti sampai disitu, sebagai sebuah perumpamaan, pohon yang subur tidak akan sempurna jika tidak memiliki dahan, daun dan buah. Maka disamping ilmu-ilmu pokok diatas, diperlukan juga ilmu tambahan seperti astronomi, geografi, fisika, matematika, filsafat, keokteran dan lain sebagainya untuk menyempurnakan ilmu pokok tadi.  Maka tidak bisa dinafikan bahwa Imam Al-Ghazali pun merupakan pakar dibidang filsafat dan ilmu umum lainnya. Belajar dari hal ini, harusnya umat islam jangan merasa cukup dengan ilmu...

KATA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PERADABAN (Part I)

Saya teringat dengan sebuah ungkapan dari As-Segaf didalam mukhtashar fawaid nya yang mengatakan bahwa “Istilah adalah suatu kata atau lafaz yang digunakan oleh suatu kaum dan memiliki makna tersendiri” . Perkataan ini setidaknya dapat memberikan gambaran bahwa dalam menggunakan suatu istilah atau kata, maka harus ditinjau asal-usulnya agar tidak terjadi perseberangan makna yang akan menyebabkan benturan pemahaman. Hal ini dilakukan untuk menjaga keaslian dari suatu kata sehingga bisa disandingkan ditempat-tempat yang sesuai.  Sebagai sebuah contoh pendekatan, kata “Islam” maka tidak cukup hanya dimaknai dengan kata “Sejahtera” saja. Sebab Islam jauh lebih luas dari pada sebuah kata sejahtera. Meskipun diartikan sejatera, maka perlu dilihat asal usulnya mengapa Islam di defenisikan sejahtera ? apa aspek-aspek yang mempengaruhinya sehingga disebut sejahtera. Maka untuk menjawab hal ini perlu diteliti, dibalik kesejahteraan tentunya ada unsur kebahagiaan, kemakmuran, keadil...

Siapakah Muhammad Bin Abdul Wahab ?

Oleh : Muhammad Taufiq Muhammad bin Abdul Wahhab merupakan salah seorang putra dari Syaikh Abdul Wahhab, seorang Ulama bermazhab Hanbali yang menetap dan menjadi hakim di Distrik Uyainah,Nejd. Ibnu Abdil Wahab hidup pada abad ke 12, tepatnya tahun 1143-1206 H. beliau mulai menyampaikan dakwahnya pada tahun 1153, setelah ayahnya meninggal dunia.  Ibnu abdil Wahhab menurut keterangan dari salah seorang mufti Makkah yang brmazhab Hanbali merupakan pemuda yang malas mempelajari ilmu fikih. Samai sampai ayahnya pernah berkata “Hati-Hatilah, kalian akan melihat keburukan dari muhammad” setela ayahnya meninggal, ia mulai berdakwah menyebarkan faham nya dengan cara mengembalikan segala urusan kepada Alqur’an dan Sunnah serta meninggalkan taklid kepaa siapapun. Hal ini berakibat banyaknya pandangan Muhammad yang berbeda dngan masyarakat sekitar makkah, maka hal ini pula yang sering menjadi perdebatan antara Muhammad dan masyarakat tempatan.  Syaikh Sulaiman, yang tidak ...

PERADABAN ISLAM, MAKNA DAN SINERGI PEMBANGUNANNYA

Judul Buku : Peradaban Islam, Makna dan Sinergi Pembagunannya Penulis         : Hamid Fahmy Zarkasyi  Penerbit       : Centre For Islamic and Occidental Studies (CIOS) UNIDA Gontor Tahun          : 2015 Tebal Buku : xii+102 Halaman  Islam, Agama Berperadaban  1. Makna Peradaban Islam  Islam merupakan sebuah agama atau dalam istilah arab dikenal dengan kata “diin”. Yang memiliki makna “Keberhutangan, susunan kekuasaan, truktur hukum dan kecenderungan”. Secara istilah dapat pula didefenisikan sebagai sebuah kecenderungan untuk membentuk masyarakat yang menaati ukum dan mencari pemerintah yang adil. (Al-Attas).  Berdasarkan defenisi diatas agaknya kata “diin” memiliki makna yang saling melengkapi antara satu sama lainnya, yang secara otomatis mecakup satu kesatuan masyarakat yang memiliki kecenderungan, dimana masyarakat tersebut telah memiliki sistem, hukum, dan unsure unsure...

PERIODE PERKEMBANGAN MAZHAB IMAM AL-SYAFI'I RAHIMAULLAH

Pada tulisan kali ini akan penulis uraikan secara singkat mengenai sejarah perkembangan mazhab Asy-Syafi’i yakni salah satu diantara empat mazhab dengan pengikut terbanyak di dunia khususnya di Indonesia. Berdasarkan fakta sejarah yang telah tercatat di dalam berbagai literatur, baik literatur berbahasa Indonesia maupun berbahasa asing, dapat diringkaskan periode perkembangan mazhab ini dalam lima periode yang akan diuraikan sebagai berikut :  1. Periode pertama : Pendirian mazhab Sebagaimana telah diketahui pada postingan sebelum nya “Mazhab asy-Syafi'i” telah dibahas secara ringkas bagaimana sejarah pendiri mazhab ini, yakni Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i. pada periode pertama ini bermula dengan difatwakan nya mazhab qadim (baca : qaul qadim) dan mazhab jadid (baca : qaul jadid) Imam Syafi’i. satu hal yang perlu diketahui bahwa ketika terdapat pertentangan antara qaul qadim dan qaul jadid Imam Syafi’i, maka menurut keterangan para ulama didahulukan qaul jadi...

HIZBUT TAHRIR, BENARKAH SEBUAH PAHAM YANG LURUS ?

Judul Buku : Hizbut Tahrir Dalam Sorotan Pengarang : Muhammad Idrus Ramli Penerbit : Bina Aswaja Tahun : 2013 (Cetakan III) Tebal : Xii + 146 Halaman Hizbut tahrir adalah satu aliran yang didirikan oleh seorang tokoh yang mengikuti ideologi mu’tazilah yakni Taqiyuddin An-Nabhani. Penisbatannya terhadap paham Mu’tazilah diketahui dengan sangat jelas dari doktrin dan fatwa – fatwanya yang mengingkari adanya qadha dan qadr Allah. hal ini sebagaimana yang diungkapkan oleh Taqiyuddin dalam bukunya Syakhshiyat al – islamiyah yang merupakan rujukan primer hizbut tahrir.  Semua perbuatan ikhtiyari manusia ini tdak ada kaitannya dengan qadha dan qadr juga tidak ada kaitan dengannya. Karena manusialah yang melakukan dengan kemauan ikhtiarnya. Leh sebab itu perbuaan ikhtiyar manusia tida masuk alam lingkup qadha Allah swt.[1] Pernyataan diatas dengan jelas memiliki kesan penafian rukun iman yang ke 6 sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadits jibril dan hadits hadits la...

TANTANGAN PERADABAN ISLAM

Oleh : Muhammad Taufiq Islam sebagai agama Rahmatan lil ‘alamin memiliki keistimewaan yang sangat besar. Islam dibawa oleh Nabi Muhammad Saw sebagai Nabi sekaligus Rasul Allah yang terakhir. Sebagaimana diungkapkan oleh al-Baijuri didalam Tuhfatul Murid menyatakan bahwa Rasulullah diutus dengan membawa dua risalah, yakni Risalah al-Taklif dan Risalah al-Tasyrif. Risalah al-Taklif ialah risalah yang berisi syari’at islam yang didalamnya terhimpun perintah melaksanakan ibadah seperti shalat, puasa, zakat dan haji serta ibadah lainnya baik yang sifatnya mahdhah maupun gairu mahdhah yang berlaku bagi manusia dan jin. Adapun Risalah al-Tasyrif berisi risalah yang berlaku bagi para malaikat yang betujuan memuliakan Nabi Muhammad Saw,  Dalam rangkaian sejarah, tatkala Rasulullah diutus dengan membawa syari’at islam maka sejak saat itulah Rasulullah mulai menyampaikan dakwah kepada keluarga terdekat. Kendatipun demikian tak heran bila Rasulullah mendapatkan penolakan bahkan hinaan...

LIBERALISME PEMIKIRAN ISLAM DI INDONESIA

Oleh : Muhammad Taufiq Liberalisme pemikiran islam di Indonesia berangkat dari gagasan dan dorongan menuntut kebebaasan dalam berfikir yang kemudian direalisasikaan dengan tindakan. Secara defenitif, liberal dapat didefenisikan sebagai sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan dan persamaan hak adalah nilai politik yang utama. Abdurrahim juga mendefenisikan Liberalisme sebagai sebuah ideologi yang menjadikan kebebasan sebagai prinsip, target, motivasi dan tujuan pokok dalam kehidupan manusia. Di Barat, liberal artinya bebas dari tuhan, bebas dari gereja, ikatan moral dan bebas dari agama. Dengan demikian dapat difahami bahwa liberalisme merupakan sebuah ideologi yang mengusung kebebasan tanpa batas sebagai akibat dari sekularisme.  Tidak cukup hanya sampai disitu, para pengusung ideologi liberal juga terus berupaya mendeklarasikan pandangannya ke seluruh dunia, baik melalui jalur pendidikan, ekonomi, pol...

HERMENEUTIKA DAN TEKS-TEKS KEAGAMAAN

Secara bahasa hermeneutika merupakan sebuah kalimat yang diambil dari kata kerja dalam bahasa yunani hermeneuien yang berarti, “menafsirkan, memberi pemahaman, atau menerjemahkan.” Adapun secara istilah hermeneutika seperti yang dikatakan Mulyono merupakan tindakan memahami pesan yang disampaikan Tuhan dalam kitab suci-Nya secara rasional. Dalam tradisi ilmiah hermeneutika “hampir” bisa disamakan dengan istilah takwil terhadap ayat-ayat mutasyabihat.  Jika dilihat dari sisi bahasa memang terdapat makna parallel antara hermeneutika, ta’wil dan tafsir, yakni sama-sama sebuah metode untuk memahami suatu teks. Boleh juga dijadikan perbandingan, pernyataan-pernyatan Ulil Abshar yang selalu mencoba menyamaratakan perspektif dan kedudukan hermeneutika dengan metode takwil dan tafsir yang terus dilakukan tanpa henti-hentinya. Jika dikembalikan kepada sejarah hermeneutika dan Barat, maka Barat sendiri dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian : (1) Barat pra postmodern yang meng...