Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Apakah Non Muslim Wajib Masuk Islam ?

Apakah Non Muslim Wajib Masuk Islam ?  Iman kepada Allah dan Rasul merupakan pokok keimanan setiap muslim yang terhimpun dalam dua kalimat syahadat. Kendatipun demikian, hal ini tidak memiliki makna bahwa hanya orang muslim yang wajib beriman kepada Allah dan Rasul, namun beban tersebut juga berlaku bagi seluruh makhluk termasuk orang-orang yang non muslim, bahkan kalangan jin sekalipun wajib beriman kepada allah dan Rasul. Syaikh Abdillah bin Thahir Ba-‘alwi didalam matan  Sullam al-Taufiq  menyatakan sebagai berikut :  "يجب على كل مكلف الدخول في دين الاسلام والثبوت فيه على الدوام والتزام ما لزم" Artinya : Wajib bagi setiap Mukallaf masuk Islam, dan menetapi agama tersebut selamanya serta melaksanakan hal-hal yang diwajibkan didalam islam.  Siapakah Yang Disebut Mukallaf ? Syaikh salim al-hadhromi didalam matan safinatunnajah menyatakan bahwa yang dimaksud mukallaf ialah orang yang memenuhi empat persyaratan :  a. Baligh (mim...

Mengapa Wanita Dianjurkan Memakai Niqob (Cadar) ?

Pendahuluan  Syari'at Islam adalah sekumpulan aturan kehidupan yang membawa kebahagiaan (maslahat). Sekumpulan syari'at itu diturunkan oleh Allah melalui perantara Rasulullah, Sang pembawa Wahyu al-Qur'an yang menjadi mukjizat terbesar dan berlaku sampai hari kiamat. Orang-orang yang mengamalkan Syari'at tersebut tentulah akan mendapatkan kebahagiaan, karena esensi kebahagiaan itu sendiri adalah ketika manusia kembali kepada fitrahnya sebagai hamba yang patuh kepada Allah, (SMN Al-Attas: Konsep Kebahagiaan dan pengalamannya dalam Islam).  Salah Satu dari aturan tersebut Ialah tentang hubungan laki-laki dan perempuan. Syari’at islam mengatur dengan tegas bagaimana cara-cara bermu’amalah antara laki-laki dan perempuan. Diantaranya ialah menjaga pandangan dari melihat hal-hal yang diharamkan. Sebagai aturan yang datang langsung dari Allah, tentulah ada solusi untuk meminimalisir kemungkinan-kemungkinan tersebut. dalam tulisan ini penulis akan mencoba membahas se...

Manusia Dalam Pandangan Kosmologi Islam

Dalam kosmologi Islam, sifat feminin dan maskulin ditentukan berdasarkan aktif atau pasif nya zat yang disifati. Sebagaimana yang tertera didalam asma’ al-husna, dapat dilihat bahwa Allah memiliki kedua sifat ini secara bersamaan. [1] Allah bersifat maskulin, Ketika Ia dihubungkan dengan alam semesta. Sedangkan alam semesta dalam hal ini bersifat feminin, karena alam semesta merupakan hasil dari sifat Allah Yang maskulin. Gambaran ini menunjukkan bahwa pada dasarnya, alam bersifat feminine. Ibn ‘Arabi, didalam Fushush al-hikam menyatakan bahwa alam merupakan cerminan sifat-sifat Allah, [2] artinya, alam semesta juga memiliki sifat feminine dan maskulin yang merupakan hasil dari cerminan sifat-sifat Allah Swt,.  Kosmologi Islam memandang manusia sebagai alam kecil (mikrokosmos). Ia mencakup seluruh aspek yang ada di alam semesta (al-kawn al jami’). Hal ini sesuai dengan pandangan al-Qurthubi (671 H) yang menempatkan manusia sebagai presentasi dari seluruh makhluk yang a...

Kepemimpinan Dalam Islam

Pendahuluan Pada dasarnya, konsep kepemimpinan dalam Islam sudah ada sejak zaman Rasulullah Saw,. Rujukan utama dalam menentukan kebijakan publik telah dijelaskan secara umum didalam Al-Qur’an dan Hadis. Namun hal-hal teknis yang terkait dengan penggantian kepemimpinan perlu adanya analisa dan metode pendekatan yang dipakai untuk mmahami kedua teks diatas. Imam al-Baqillani memberikan solusi terhadap hal ini dengan berpedoman kepada al-Qur’an, hadis, ijma’ qiyas dan hujjah akal. Dengan berlandaskan kelima pondasi tersebut, maka akan lebih mudah menyelesaikan masalah terkait kepemimpinan. (­Al-Baqillani, al-Insaf, h.30-32).  Kepemimpinan adalah perkara yang penting bagi umat Islam. Hal ini dapat dilihat dari sejarah peralihan kepemimpinan dari Rasulullah kepada Khalifah Abu Bakr. Dimana pengangkatan pemimpin lebih didahulukan daripada menyegerakan pengurusan jenazah Rasulullah. Peristiwa ini tentunya bukan sebuah kecerobohan para sahabat, melainkan sebuah inisiatif penting un...

KERANCUAN STUDI ALQUR’AN ALA BARAT

Menyingkap kekacauan berfikir Kaum Liberal Tidak ada kitab suci yang sedemikian besar pengaruhnya terhadap masyarakat dan begitu penting perannya dalam sejarah peradaban manusia selain Al-Qur’an. Dari abad ke abad, kitab suci ini telah menjadi sumber inspirasi para penuntut ilmu, pemburu hikmah dan pencari hidayah. Para pujangga bertekuk lutut dihadapannya, para Ulama tak habis-habis membahasnya. Al-Qur’an-lah satu-satunya kitab suci yang menyatakan bahwa dirinya bersih dari keraguan (la rayba fihi), dijamin keseluruhan isinya (wa inna lahu lahafizun), dan tidak akan mungkin dibuat tandingannya (Laa ya’tuuna Bimitslihi). Ia ibarat kompas pedoman arah dan petunjuk jalan, laksana lentera penerang jalan. Barangkali keistimewaan inilah yang membuat para Orientalis (Orang yang mengkaji Islam dengan Ideologi Barat), Non-Muslim, Yahudi,Liberal dan Kristen menjadi iri dan dengki sehingga berupaya merusak nilai-nilai al-Qur’an.  Soal : Bagaimana Kedudukan Al-Qur’an dimata kau...

Kesetaraan Gender dan Ketimpangan Kosmik

Kesetaraan gender adalah salah satu isu yang terus bergulir hingga hari ini. Sebagai sebuah gagasan yang asing bagi sebagian masyarakat, gerakan ini memiliki ideologi yang kaya akan masalah dan probematika. Kata gender dalam istilah bahasa sebenarnya berasal dari bahasa inggris yaitu gender. Jika dilihat dalam kamus bahasa inggris tidak ditemukan secara jelas perbedaan sex dan gender. Sehingga sering kali gender dan sex dimaknai dengan arti yang sama, yakni jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Istilah gender pertama kali diperkenalkan oleh Robert Stoller (1968) untuk memisahkan pencirian manusia yang didasarkan pada pendefenisian yang bersifat sosial budaya dengan pendefenisian yang berasal dari cirri-ciri fisik biologis.  Dalam ilmu sosial orang yang sangat berjasa memperkenalkan istilah gender ini adalah Ann Oakley (1972) dengan makna yang sama yakni atribut yang dikenakan pada manusia yang dibangun oleh kebudayaan manusia. Ada banyak defenisi mengenai gender, namum da...

Benarkah Para Sahabat Menulis Hadits ?

Budaya penulisan dalam tradisi Islam sudah dimulai sejak Rasulullah masih hidup. Hal ini sebagaimana dibuktikan oleh fakta sejarah bahwa Rasulullah menyuruh para sahabat menuliskan ayat-ayat al-Qur’an. Pada masa itu media yang digunakan adalah dedaunan, kulit kayu, tulang, dan media lain yang memungkinkan. Tradisi penulisan ini ternyata tidak terbatas pada ayat-ayat al-Qur’an semata, namun terdapat bukti manuskrip teks-teks hadits yang dilakukan sebagian sahabat seperti Sahifah Hammaam yang ada ditangan Hammam bin Munabbih.  Adapun metode penulisan hadits pada masa Rasulullah, bahkan sampai saat ini adalah metode Isnad. Hal ini merupakan bagian penting dari penulisan hadits. Dalam penulisan sanad ini para penghafal dan penulis hadis biasa menggunakan ungkapan “Sami’tu /na, Akhbarana,” dan lain-lain. Sesuai dengan metode Tahammul Wal Adaa’ dari tiap-tiap hadits. Metode Tahammul Wal Ada’ sendiri terbagi kepada delapan poin, sebagian diantaranya metode Sima’, Qira’ah ‘Ala Sya...

Download Rubrik ISLAMIA REPUBLIKA (Rubrik Pemikiran Islam)

Rubrik ISLAMIA REPUBLIKA adalah rubrik di majalah REPUBLIKA yang membahas tentang pemikiran Islam dan isu-isu kontemporer. Isu-isu tersebut dikaji dari sudut pandang Islam. Tentunya Rubrik ini sangat bermanfaat untuk membentuk wawasan baru mengenai wacana pemikiran Islam. disamping sebagai respon dan kounter dari pemikiran Barat. Segera download Rubrik ISLAMIA REPUBLIKA dalam bentuk PDF  Disini

ILMU DAN URGENSI SANAD DALAM TRADISI INTELEKTUAL ISLAM

Tradisi keilmuan Islam memiliki banyak keistimewaan dibandingkan tradisi keilmuan Agama lain. Diatara keistimewaan tersebut ialah adanya tradisi pemberian sanad dari guru kepada murid berkaitan dengan ilmu yang dipelajari. “Sanad” secara etimologi berasal dari kata dasar sanada, yasnudu(يسند سند), artinya: “sandaran” atau “tempat bersandar” atau “ tempat berpegang” atau berarti “yang dipercaya” atau "yang sah”.(Ibnu Mundzir, Lisan al’Arab, Juz: VII,hal: 85). Adapun secara istilah, Sanad ialah silsilah matarantai orang-orang yang menyampaikan pada matan atau ilmu. (Thahan, Tasyiir Mushtalahul Hadist, hal: 16). Sanad merupakan salah satu upaya agar ilmu Islam tetap terjaga kemurnian dan pemahamannya dari perkara-perkara yang merusak ilmu itu sendiri. Habib Jindan Bin Novel dalam salah satu majelisnya menjelaskan bahwa setidaknya sanad dalam tradisi keilmuan Islam dibagi kepada dua kategori, yakni sanad kitab dan sanad pemahaman. Sanad kitab ialah sanad yang menghubungkan sese...

FREE DOWNLOAD..!!!! E-Book "Ngeblog Seru Ala Mas Opik (Edisi Revisi)

Islam menuntut Umatnya untuk berfikir dan berbuat. berfikir memaknai arti kehidupan, berfikir mengenai problematika, serta menyibukkan diri melahirkan solusi dan gebrakan untuk membela Islam dari berbagai tudingan miring dalam dunia pemikiran. Buku ini saya kumpulkan dari tulisan Blogmasopik.blogspot.co,id khusus pada bagian Islamic Worldview. Silakan download disini dan selamat membaca ....!!!!

Orientalis, Al-Qur'an dan Tafsir Keraguan

1. Sekilas Epistemologi Secara etimologi, Epistemologi berasal dari bahasa yunani “Episteme” yang artinya pengetahuan dan “Logos” dengan makna ilmu atau teori. [1] Dari dua rangkaian kata ini epistemologi dapat diartikan “Teori Pengetahuan”. Atas dasar makna ini, maka dapat disimpulkan bahwa Epistemologi adalah teori mengenai atau tentang pengetahuan. [2] Kita tidak bisa memungkiri bahwa dalam pengkajian sebuah ilmu, epistemology memiliki peranan yang sangat penting, yakni untuk mengetahui bagaimana seseorang mengetahui. Jika dalam tahapan ini gagal, maka seseorang akan terus mengalami kegagalan dalam memperoleh kesimpulan dari sebuah masalah yang dihadapi.  Mengutip keterangan Dr.Syamsuddin Arif yang terkenal dengan teori Kanker Epistemologinya, setidaknya beliau membagikan patologi kanker ini dalam tiga bagian, yakni Skeptisme yang memandang bahwa tidak ada satupun kebenaran. Relativisme yang memandang bahwa semua orang benar, dan yang ketiga Agnostisme siapap...