Langsung ke konten utama

RESENSI : AKU MENGGUGAT MAKA AKU KIAN BERIMAN (Buku Kanan)


Judul Buku    : AKU MENGGUGAT MAKA AKU KIAN BERIMAN
Penulis           : JEFFREY LANG
Penerbit         : SERAMBI
Tahun Terbit  : 2004
Tebal Buku     : 335 Halaman

MENEPIS KERAGUAN IMAN

Al-Quran menyatakan “kami tidak mengutus seorang Rasul melainkan untuk dita’ati dengan izin Allah,”. Dan berulangkali menyatakan bahwa seluruh Nabi Allah harus diikuti dengan izinnya. Mengingat al-Quran bersifat relatif sedikit kaidah hukum, Nabi selama dua puluh tiga tahun masa kenabiannya, khususnya fase Madinah, harus menetapkan banyak aturan yang tidak disebutkan dalam Alqur’an. Para sahabat pasti memahami bahwa perintah untuk menaati Nabi termasuk dalam keta’atan terhada aturan-aturan yang dibuat oleh Nabi. Oleh sebab itu, sepenuhnya tepat bila dikatakan: “Alquran menegaskan bahwa sunnah-sunnah Nabi mengikat para sahabat. Suri teladan Nabi merupakan sumber ajaran agama bagi umatnya semasa beliau hidup, dan imam syafi’I mengatakan bahwa suri teladan ini mencakup “hadis-hadis dikumpulkan selama dua Abad kemudian sepeninggal Nabi yang sekarang dikenal sebagai sunnah Nabi. 

Ditahap awal setiap pembahasan buku ini selalu mengobarkan seolah-olah ada keraguan penulis terhadap Hadis. Namun semua itu secara otomatis dapat ditepis di halaman-halaman berikutnya dengan logika yang matang. Tampaknya buku ini cenderung pada refleksi pengalaman penulis yang dengan itu ia mendapatkan keyakinan dan menguliti habis berbagai keraguan. Buku ini sangat bernilai, sebab pembawaan wacana yang mengalir serta mengajak pembaca untuk merenung akan arti sebuah kebenaran. Dengan demikian, buku ini lumayan bisa memberi gambaran tentang logika pemikiran Barat terhadap Islam, khususnya dalam bidang hadits. Wallahu A’lam. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ujian dan Evaluasi Diri

S etiap dari kita pasti pernah merasakan ujian dalam hidup. Baik dalam bentuk kesulitan ekonomi, masalah kesehatan, hingga konflik dalam hubungan sosial. Ujian ini adalah sebuah kemestian yang tidak bisa dihindari oleh siapa pun. Allah SWT telah menegaskan dalam Al-Qur'an, "Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, 'Kami telah beriman,' dan mereka tidak diuji?" (QS. Al-Ankabut: 2). Ayat ini mengingatkan kita bahwa ujian adalah bagian dari proses untuk meningkatkan kualitas diri, membentuk karakter, dan menguatkan iman kita kepada Allah SWT. Ujian Sebagai Sarana Meningkatkan Kualitas Diri Ujian yang kita hadapi, apapun bentuknya, adalah bagian dari perjalanan hidup yang dirancang untuk meningkatkan kualitas diri kita. Sebagaimana besi yang dipanaskan untuk menjadi lebih kuat, manusia pun diuji agar menjadi lebih baik. Tanpa ujian, kita mungkin tidak akan tahu sejauh mana keteguhan iman kita, seberapa besar kesabaran kita, atau seb...

Memahami Sebuah Ketiadaan

"Allah Mendidikmu dengan Ketiadaan, Agar Engkau Menyadari Betapa Berharganya Sebuah Pemberian " Dalam kehidupan ini, setiap insan pasti pernah merasakan kekurangan, ketiadaan, atau bahkan kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Di saat-saat seperti ini, kita sering kali bertanya-tanya, mengapa Allah membiarkan kita merasakan kesulitan ini? Apakah ini sebuah ujian, hukuman, atau mungkin pelajaran yang tersembunyi?  Rezeki Allah dan Hakikat Ketiadaan Salah satu hal yang perlu kita pahami adalah bahwa rezeki tidak hanya berbentuk materi. Kesehatan, waktu, ilmu, ketenangan hati, dan bahkan kesempatan untuk bertaubat adalah rezeki yang Allah berikan kepada hamba-Nya. Ketika Allah menahan sebagian dari rezeki tersebut, baik itu dalam bentuk harta, kesehatan, atau lainnya, hal itu bukan berarti Allah tidak menyayangi kita. Sebaliknya, bisa jadi Allah sedang mengajarkan kita untuk lebih menghargai apa yang kita miliki dan merasakan betapa berharganya sebuah pemberian. Dalam ketiadaa...

KERANCUAN STUDI ALQUR’AN ALA BARAT

Menyingkap kekacauan berfikir Kaum Liberal Tidak ada kitab suci yang sedemikian besar pengaruhnya terhadap masyarakat dan begitu penting perannya dalam sejarah peradaban manusia selain Al-Qur’an. Dari abad ke abad, kitab suci ini telah menjadi sumber inspirasi para penuntut ilmu, pemburu hikmah dan pencari hidayah. Para pujangga bertekuk lutut dihadapannya, para Ulama tak habis-habis membahasnya. Al-Qur’an-lah satu-satunya kitab suci yang menyatakan bahwa dirinya bersih dari keraguan (la rayba fihi), dijamin keseluruhan isinya (wa inna lahu lahafizun), dan tidak akan mungkin dibuat tandingannya (Laa ya’tuuna Bimitslihi). Ia ibarat kompas pedoman arah dan petunjuk jalan, laksana lentera penerang jalan. Barangkali keistimewaan inilah yang membuat para Orientalis (Orang yang mengkaji Islam dengan Ideologi Barat), Non-Muslim, Yahudi,Liberal dan Kristen menjadi iri dan dengki sehingga berupaya merusak nilai-nilai al-Qur’an.  Soal : Bagaimana Kedudukan Al-Qur’an dimata kau...