Langsung ke konten utama

ISLAM AGAMA YANG MEMULIAKAN PEREMPUAN


**Muhammad Taufiq (Pemerhati Perempuan)

Feminisme di Barat, merupakan sebuah gerakan wanita-wanita Barat yang merasa kehilangan hak-hak nya disebabkan sistem politik dan kehidupan yang partiarki (dominasi laki-laki).perempuan di Barat dan Kristen tidak lebih hanya menjadi pelampiasan seksual yang terus dikungkung dan nyaris tidak punya hak walau untuk keringatnya sendiri.

Setiap Wanita yang melawan aturan ini, maka hidupnya tidak akan selamat. mereka akan disiksa dan dihukum dengan hukuman "Inkuisisi (Hukuman sadis kekaisaran Romawi)". maka agaknya ini yang menjadi faktor utama gerakan feminisme di Barat sebagai bentuk protes terhadap kekejaman Romawi teradap Perempuan. yang berpedoman pada Bible (kitab Nabi Terdahulu yang telah diubah berdasarkan kepentingan politik kaisar dan gereja). 

Jika dibandingkan dengan Islam, maka akan terjadi erputaran 180 derjat. Islam lahir sebagai agama yang adil dan ramah terhadap perempuan. ketika kaum jahiliyah menjadikan anak perempuan sebagai aib dan dikubur hidup-hidup, maka islam menghentikan hal tersebut.ketika orang Arab memiliki banyak budak perempuan, maka islam lahir untuk membebaskan perempuan dari perbudakan, terbukti dengan metode penebusan kafarat yang diawali dengan pembebasan budak perempuan mukmin.

ketika orang arab dahulu punya istri 10-20 orang, maka islam lahir untuk membatasi maksimal 4 dan jika khawatir maka dianjurkan 1 saja. ketika dahulu Wanita arab tidak memiliki hak waris, bakan dirinya diwarisi jika suami meninggal, maka islam lahir untuk mengatasi problem tersebut.inilah nilai-nilai islam yang termaktub didalam Alqur'an dan hadits. artinya islam mengajarkan keadilan dan kesejahteraan, serta memuliakan perempuan dan bukan mengekang.

Maka sangat mengherankan bila hari ini ada cendikiawan muslim yang menyatakan bahwa islam merupakan agama yang sewnang-wenang dengan perempuan. dengan upaya membangun opini masyarakat bahwa perempuan selalu tertindas. padahal tidak demikian.Alhasil, Ajaran Nabi sebelumnya, termasuk didalam suhuf-suhuf dan kitab taurat zabur injil, tidak mengajarkan pengekangan dan penekanan terhadap perempuan, semuanya mengajarkan agar wanita dimuliakan. hingga ajaran tersebut diubah oleh kepentingan politik kaisar dan gereja, maka upaya memuliakan itu diubah menjadi penindasan.

Demikian juga Al-Qur'an dan ajaran Islam, berupaya memuliakan perempuan, disaat Barat dan agama lain merendahkan perempuan. islam hadir memberikan solusi dan jawaban atas keterpurukan perempuan. sehingga dapat diperoleh kesimpulan bahwa "penghinaan dan ketidak adilan terhadap perempuan justru muncul ketika ajaran agama itu diubah". maka bagi para wanita, tetaplah menjaga kehormatan dengan mengikut ajaran Al-Qur'an dan Hadits sesuai dengan tuntunan para ulama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ujian dan Evaluasi Diri

S etiap dari kita pasti pernah merasakan ujian dalam hidup. Baik dalam bentuk kesulitan ekonomi, masalah kesehatan, hingga konflik dalam hubungan sosial. Ujian ini adalah sebuah kemestian yang tidak bisa dihindari oleh siapa pun. Allah SWT telah menegaskan dalam Al-Qur'an, "Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, 'Kami telah beriman,' dan mereka tidak diuji?" (QS. Al-Ankabut: 2). Ayat ini mengingatkan kita bahwa ujian adalah bagian dari proses untuk meningkatkan kualitas diri, membentuk karakter, dan menguatkan iman kita kepada Allah SWT. Ujian Sebagai Sarana Meningkatkan Kualitas Diri Ujian yang kita hadapi, apapun bentuknya, adalah bagian dari perjalanan hidup yang dirancang untuk meningkatkan kualitas diri kita. Sebagaimana besi yang dipanaskan untuk menjadi lebih kuat, manusia pun diuji agar menjadi lebih baik. Tanpa ujian, kita mungkin tidak akan tahu sejauh mana keteguhan iman kita, seberapa besar kesabaran kita, atau seb...

Memahami Sebuah Ketiadaan

"Allah Mendidikmu dengan Ketiadaan, Agar Engkau Menyadari Betapa Berharganya Sebuah Pemberian " Dalam kehidupan ini, setiap insan pasti pernah merasakan kekurangan, ketiadaan, atau bahkan kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Di saat-saat seperti ini, kita sering kali bertanya-tanya, mengapa Allah membiarkan kita merasakan kesulitan ini? Apakah ini sebuah ujian, hukuman, atau mungkin pelajaran yang tersembunyi?  Rezeki Allah dan Hakikat Ketiadaan Salah satu hal yang perlu kita pahami adalah bahwa rezeki tidak hanya berbentuk materi. Kesehatan, waktu, ilmu, ketenangan hati, dan bahkan kesempatan untuk bertaubat adalah rezeki yang Allah berikan kepada hamba-Nya. Ketika Allah menahan sebagian dari rezeki tersebut, baik itu dalam bentuk harta, kesehatan, atau lainnya, hal itu bukan berarti Allah tidak menyayangi kita. Sebaliknya, bisa jadi Allah sedang mengajarkan kita untuk lebih menghargai apa yang kita miliki dan merasakan betapa berharganya sebuah pemberian. Dalam ketiadaa...

KERANCUAN STUDI ALQUR’AN ALA BARAT

Menyingkap kekacauan berfikir Kaum Liberal Tidak ada kitab suci yang sedemikian besar pengaruhnya terhadap masyarakat dan begitu penting perannya dalam sejarah peradaban manusia selain Al-Qur’an. Dari abad ke abad, kitab suci ini telah menjadi sumber inspirasi para penuntut ilmu, pemburu hikmah dan pencari hidayah. Para pujangga bertekuk lutut dihadapannya, para Ulama tak habis-habis membahasnya. Al-Qur’an-lah satu-satunya kitab suci yang menyatakan bahwa dirinya bersih dari keraguan (la rayba fihi), dijamin keseluruhan isinya (wa inna lahu lahafizun), dan tidak akan mungkin dibuat tandingannya (Laa ya’tuuna Bimitslihi). Ia ibarat kompas pedoman arah dan petunjuk jalan, laksana lentera penerang jalan. Barangkali keistimewaan inilah yang membuat para Orientalis (Orang yang mengkaji Islam dengan Ideologi Barat), Non-Muslim, Yahudi,Liberal dan Kristen menjadi iri dan dengki sehingga berupaya merusak nilai-nilai al-Qur’an.  Soal : Bagaimana Kedudukan Al-Qur’an dimata kau...