Langsung ke konten utama

RESENSI : TELAAH ULANG WACANA SEKSUALITAS (Buku Kiri)


Judul Buku     : TELAAH ULANG WACANA SEKSUALITAS
Editor             : Mochamad Sodik 
Penerbit          : PSW IAIN SUKA
Tahun Terbit   : 2004
Jlh.Halaman    : xxvi +375 Halaman

MENYOAL WACANA SEKSUALITAS 

Didalam buku ini terdapat beberapa sub bahasan yang terkait dengan wacana seksualitas perempuan, diantaranya ialah masalah khitan, haid, dan iddah. Istilah khitan berasal dari bahasa arab dan memiliki banyak padanan seperti Khifad, Izar. Dalam tradisi jawa, khitan dikenal dengan istilah tetes, di Mesir dan Sudan, dikenal dengan khitan ala Fir’aun. Bentuk dan cara khitan perempuan dalam medis tidaklah sama. Setidaknya ada empat macam cara khitan dari yang biasa sampai yang sifatnya introsisi dan infibulasi dengan menggunakan benda yang sangat tajam seperti gunting. Tentu saja melihat praktek prektek tersebut dapat merusak sisi kemanusiaan perempuan.

Setelah membicarakan mengenai masalah khitandari berbagai perspektif, penulis juga menjelaskan maslah Iddah, dimana perspektif masyarakat selama ini menyatakan bahwa wanita yang mu’tadah itu tidak boleh beraktifitas diluar rumah, maka dengan buku ini ia menjelaskan bahwa islam genderis sebenarnya membolehkan hal tersebut dengan beberapa catatan. Kemudian penulis membicarakan masalah nikah sirri yang sering dilakukan oleh masyarakat Indonesia yang banyak berujung pada pengabaian hak-hak perempuan. Hal ini dibuktikan dengan terkekangnya hak perempuan dimata keadilan jika terdapat masalah dengan keluarga, kemudian masalah hak asuh anak, dan beberapa masalah lainnya yang disebabkan oleh nikah sirri. 

Tentunya dalam masyarakat sosialis dan budaya, ada banyak hal yang seolah bertentangan dengan hukum islam, padahal menurut hemat saya dari sekian banyak penulis yang menggugat hukum islam kebanyakan mereka tidak menggunakan maslak yang benar, artinya mengkaji hukum hanya dari segi gender, meskipun digunakan ayat, atau hadits, dan tafsiran ulama, selalu dibantah dengan alasan Keadilan gender. Sama halnya dengan pencuri yang mengkaji hukum mencuri dengan menggunakan cara pandang pencuri pula. Agaknya dapat diqiyaskan demikian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ujian dan Evaluasi Diri

S etiap dari kita pasti pernah merasakan ujian dalam hidup. Baik dalam bentuk kesulitan ekonomi, masalah kesehatan, hingga konflik dalam hubungan sosial. Ujian ini adalah sebuah kemestian yang tidak bisa dihindari oleh siapa pun. Allah SWT telah menegaskan dalam Al-Qur'an, "Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, 'Kami telah beriman,' dan mereka tidak diuji?" (QS. Al-Ankabut: 2). Ayat ini mengingatkan kita bahwa ujian adalah bagian dari proses untuk meningkatkan kualitas diri, membentuk karakter, dan menguatkan iman kita kepada Allah SWT. Ujian Sebagai Sarana Meningkatkan Kualitas Diri Ujian yang kita hadapi, apapun bentuknya, adalah bagian dari perjalanan hidup yang dirancang untuk meningkatkan kualitas diri kita. Sebagaimana besi yang dipanaskan untuk menjadi lebih kuat, manusia pun diuji agar menjadi lebih baik. Tanpa ujian, kita mungkin tidak akan tahu sejauh mana keteguhan iman kita, seberapa besar kesabaran kita, atau seb...

Memahami Sebuah Ketiadaan

"Allah Mendidikmu dengan Ketiadaan, Agar Engkau Menyadari Betapa Berharganya Sebuah Pemberian " Dalam kehidupan ini, setiap insan pasti pernah merasakan kekurangan, ketiadaan, atau bahkan kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Di saat-saat seperti ini, kita sering kali bertanya-tanya, mengapa Allah membiarkan kita merasakan kesulitan ini? Apakah ini sebuah ujian, hukuman, atau mungkin pelajaran yang tersembunyi?  Rezeki Allah dan Hakikat Ketiadaan Salah satu hal yang perlu kita pahami adalah bahwa rezeki tidak hanya berbentuk materi. Kesehatan, waktu, ilmu, ketenangan hati, dan bahkan kesempatan untuk bertaubat adalah rezeki yang Allah berikan kepada hamba-Nya. Ketika Allah menahan sebagian dari rezeki tersebut, baik itu dalam bentuk harta, kesehatan, atau lainnya, hal itu bukan berarti Allah tidak menyayangi kita. Sebaliknya, bisa jadi Allah sedang mengajarkan kita untuk lebih menghargai apa yang kita miliki dan merasakan betapa berharganya sebuah pemberian. Dalam ketiadaa...

KERANCUAN STUDI ALQUR’AN ALA BARAT

Menyingkap kekacauan berfikir Kaum Liberal Tidak ada kitab suci yang sedemikian besar pengaruhnya terhadap masyarakat dan begitu penting perannya dalam sejarah peradaban manusia selain Al-Qur’an. Dari abad ke abad, kitab suci ini telah menjadi sumber inspirasi para penuntut ilmu, pemburu hikmah dan pencari hidayah. Para pujangga bertekuk lutut dihadapannya, para Ulama tak habis-habis membahasnya. Al-Qur’an-lah satu-satunya kitab suci yang menyatakan bahwa dirinya bersih dari keraguan (la rayba fihi), dijamin keseluruhan isinya (wa inna lahu lahafizun), dan tidak akan mungkin dibuat tandingannya (Laa ya’tuuna Bimitslihi). Ia ibarat kompas pedoman arah dan petunjuk jalan, laksana lentera penerang jalan. Barangkali keistimewaan inilah yang membuat para Orientalis (Orang yang mengkaji Islam dengan Ideologi Barat), Non-Muslim, Yahudi,Liberal dan Kristen menjadi iri dan dengki sehingga berupaya merusak nilai-nilai al-Qur’an.  Soal : Bagaimana Kedudukan Al-Qur’an dimata kau...