Langsung ke konten utama

LIBERALISME PEMIKIRAN ISLAM DI INDONESIA


Oleh : Muhammad Taufiq

Liberalisme pemikiran islam di Indonesia berangkat dari gagasan dan dorongan menuntut kebebaasan dalam berfikir yang kemudian direalisasikaan dengan tindakan. Secara defenitif, liberal dapat didefenisikan sebagai sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan dan persamaan hak adalah nilai politik yang utama. Abdurrahim juga mendefenisikan Liberalisme sebagai sebuah ideologi yang menjadikan kebebasan sebagai prinsip, target, motivasi dan tujuan pokok dalam kehidupan manusia. Di Barat, liberal artinya bebas dari tuhan, bebas dari gereja, ikatan moral dan bebas dari agama. Dengan demikian dapat difahami bahwa liberalisme merupakan sebuah ideologi yang mengusung kebebasan tanpa batas sebagai akibat dari sekularisme. 

Tidak cukup hanya sampai disitu, para pengusung ideologi liberal juga terus berupaya mendeklarasikan pandangannya ke seluruh dunia, baik melalui jalur pendidikan, ekonomi, politik dan seluruh aspek penting dalam kehidupan masyarakat khususnya di Indonesia. Penyebaran ideologi ini biasanya dilakukan oleh agen-agen yang tidak lain merupakan mahasiswa Indonesia yang diberi Beasiswa untuk belajar islam di Barat. Para mahasiswa ini sepulangnya ke Indonesia dengan membawa misi liberalisasi kemudian membentuk organsasi-organisasi atau LSM seperti Jaringan Islam Liberal (JIL), International center for religious pluralism (ICRP) dan lain sebagainya. 

Semua gerakan liberalisasi berangkat dari kebebasan berendapat, mengkritik dan hal-hal lainnya dengan payung Hak Asasi Manusia dan kebebasan berpendapat. Hal ini senada dengan pasal 28 UUD 1945. Selanjutnya berupaya mendudukkan faham bawa sumber hukum islam yakni Al-Qur’an dan Hadits hanya teks produk budaya yang basi dan tidak lagi sesuai dengan zaman sehingga harus dilakukan revisi ulang. 

Tanpa disadari, para misionaris Barat atau perpanjangan tangannya di Indonesia baik individu maupun LSM sering sekali menggunakan UU Hak Asasi Manusia untuk memasukkan doktrin nya. Upaya liberalisasi ini tidak lain merupakan refleksi dari upaya pemisahan Agama dan segala aspek duniawi, sehingga seseorang bisa bebas berekspresi dan semua tindakan tersebut dipayungi hukum. Pertanyaan nya, ada apa dengan Indonesiaku ?

Komentar

  1. Gk tahan awq baca mas opic dan wajah ganteng ny tu behh....
    Luakh biassso
    Kwwkwk

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ujian dan Evaluasi Diri

S etiap dari kita pasti pernah merasakan ujian dalam hidup. Baik dalam bentuk kesulitan ekonomi, masalah kesehatan, hingga konflik dalam hubungan sosial. Ujian ini adalah sebuah kemestian yang tidak bisa dihindari oleh siapa pun. Allah SWT telah menegaskan dalam Al-Qur'an, "Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, 'Kami telah beriman,' dan mereka tidak diuji?" (QS. Al-Ankabut: 2). Ayat ini mengingatkan kita bahwa ujian adalah bagian dari proses untuk meningkatkan kualitas diri, membentuk karakter, dan menguatkan iman kita kepada Allah SWT. Ujian Sebagai Sarana Meningkatkan Kualitas Diri Ujian yang kita hadapi, apapun bentuknya, adalah bagian dari perjalanan hidup yang dirancang untuk meningkatkan kualitas diri kita. Sebagaimana besi yang dipanaskan untuk menjadi lebih kuat, manusia pun diuji agar menjadi lebih baik. Tanpa ujian, kita mungkin tidak akan tahu sejauh mana keteguhan iman kita, seberapa besar kesabaran kita, atau seb...

4 PERTANYAAN

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ وَفَّقَ مَنْ شَاءَ مِنْ خَلْقِهِ بِفَضْلِهِ وَكَرَمِهِ، وَخَذَلَ مَنْ شَاءَ مِنْ خَلْقِهِ بِمَشِيْئَتِهِ وَعَدْلِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَلَا شَبِيْهَ وَلَا مِثْلَ وَلَا نِدَّ لَهُ، وَلَا حَدَّ وَلَا جُثَّةَ وَلَا أَعْضَاءَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا وَعَظِيْمَنَا وَقَائِدَنَا وَقُرَّةَ أَعْيُنِنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ،وَصَفِيُّهُ وَحَبِيْبُهُ. اَللهم صَلِّ وَسَلَّمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إَلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ . أَمَّابَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ الْقَائِلِ فِيْ مُحْكَمِ كِتَابِهِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ (سورة الحشر: ١٨ مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْ...

JANGAN MARAH

الحَمْدُ للهِ، الحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِالْإِحْسَانِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، خَالِقُ اللَّيَالِيْ وَالأَيَّامِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا محمَّدٍ سَيِّدُ العَرَبِ وَالعَجَمِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الزِّحَامِ. أمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْنِيْ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قال الله تعالى فى كتابه الكريم، بسم الله الرحمن الرحيم، وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ، الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ. عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَوْصِنِي، قَالَ: «لاَ تَغْضَبْ» فَرَدَّدَ مِرَارًا، قَالَ: «لاَ تَغْضَبْ» رواه الب...