Saya teringat dengan sebuah ungkapan dari As-Segaf didalam mukhtashar fawaid nya yang mengatakan bahwa “Istilah adalah suatu kata atau lafaz yang digunakan oleh suatu kaum dan memiliki makna tersendiri”. Perkataan ini setidaknya dapat memberikan gambaran bahwa dalam menggunakan suatu istilah atau kata, maka harus ditinjau asal-usulnya agar tidak terjadi perseberangan makna yang akan menyebabkan benturan pemahaman. Hal ini dilakukan untuk menjaga keaslian dari suatu kata sehingga bisa disandingkan ditempat-tempat yang sesuai.
Sebagai sebuah contoh pendekatan, kata “Islam” maka tidak cukup hanya dimaknai dengan kata “Sejahtera” saja. Sebab Islam jauh lebih luas dari pada sebuah kata sejahtera. Meskipun diartikan sejatera, maka perlu dilihat asal usulnya mengapa Islam di defenisikan sejahtera ? apa aspek-aspek yang mempengaruhinya sehingga disebut sejahtera. Maka untuk menjawab hal ini perlu diteliti, dibalik kesejahteraan tentunya ada unsur kebahagiaan, kemakmuran, keadilan dan etika kemoralan yang baik sehingga setiap orang yang disebut Islam pasti bahagia, adil, berakhlak mulia dan makmur. Sehingga orang Islam yang tidak merasakan hal itu maka dapat dipastikan bahwa ia belum berIslam sepenuhnya, karena kata islam tidak bisa disandingkan dengan keburukan seperti kafir dan lain sebagainya. Dengan demikian sebuah kata harus digunakan sesuai porsinya, sesuai asal-usulnya dan sesuai defenisi asalnya.
Demikian juga dengan budaya, bahasa atau kata biasanya bersumber dari budaya, ras, agama dan wilaya tertentu, meskipun bisa diterjemahkan ke bahasa lain, maka tidak boleh menghilangkan makna asas nya. Agaknya menjadi logika sederana bila sebuah kata harus disandingkan dengan kata lain yang asal usul nya sama sehingga gabungan dari beberapa kata tersebut akan menghasilkan makna yang saling bersinergi.
Belakangan ini ada beberapa istilah berseberangan yang masyhur digunakan di berbagai institusi, tulisan dan perbincangan. Yakni penggabungan istilah Islam dan Liberal. Sebgaimana diketahui bahwa islam berasal dari baasa Arab dan Liberal berasal dari bahasa Inggris. Ketika kedua kata ini digabungkan menjadi satu maka akan membentuk kalimat “Islam Liberal” yang makna nya suah barang tentu berseberangan. Islam adalah nama agama yang didalamnya ada peradaban, aturan, dan tatanan yang khusus dan arus dipatuhi. Sedangkan Liberal adalah istilah asing yang didalamnya terdapat ajaran kebebasan, keleluasaan yang jelas-jelas tidak ada hubungan nya dengan Islam, bahkan bertentangan. Maka agaknya perlu difikirkan lagi, ada apa dibalik penggabungan dua kata yang bertentangan ini ? Islam mengajarkan pemeluknya untuk mematuhi aturan yang disebut dengan taqwa. Seangkan Liberal mengajarkan pandangan kebebasan dan ketidak terikatan dengan satu otoritas apapun. Agaknya sudah dapat digambarkan sedikit demi sedikit.

Komentar
Posting Komentar