Langsung ke konten utama

KATA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PERADABAN (Part I)


Saya teringat dengan sebuah ungkapan dari As-Segaf didalam mukhtashar fawaid nya yang mengatakan bahwa “Istilah adalah suatu kata atau lafaz yang digunakan oleh suatu kaum dan memiliki makna tersendiri”. Perkataan ini setidaknya dapat memberikan gambaran bahwa dalam menggunakan suatu istilah atau kata, maka harus ditinjau asal-usulnya agar tidak terjadi perseberangan makna yang akan menyebabkan benturan pemahaman. Hal ini dilakukan untuk menjaga keaslian dari suatu kata sehingga bisa disandingkan ditempat-tempat yang sesuai. 

Sebagai sebuah contoh pendekatan, kata “Islam” maka tidak cukup hanya dimaknai dengan kata “Sejahtera” saja. Sebab Islam jauh lebih luas dari pada sebuah kata sejahtera. Meskipun diartikan sejatera, maka perlu dilihat asal usulnya mengapa Islam di defenisikan sejahtera ? apa aspek-aspek yang mempengaruhinya sehingga disebut sejahtera. Maka untuk menjawab hal ini perlu diteliti, dibalik kesejahteraan tentunya ada unsur kebahagiaan, kemakmuran, keadilan dan etika kemoralan yang baik sehingga setiap orang yang disebut Islam pasti bahagia, adil, berakhlak mulia dan makmur. Sehingga orang Islam yang tidak merasakan hal itu maka dapat dipastikan bahwa ia belum berIslam sepenuhnya, karena kata islam tidak bisa disandingkan dengan keburukan seperti kafir dan lain sebagainya. Dengan demikian sebuah kata harus digunakan sesuai porsinya, sesuai asal-usulnya dan sesuai defenisi asalnya. 

Demikian juga dengan budaya, bahasa atau kata biasanya bersumber dari budaya, ras, agama dan wilaya tertentu, meskipun bisa diterjemahkan ke bahasa lain, maka tidak boleh menghilangkan makna asas nya. Agaknya menjadi logika sederana bila sebuah kata harus disandingkan dengan kata lain yang asal usul nya sama sehingga gabungan dari beberapa kata tersebut akan menghasilkan makna yang saling bersinergi. 

Belakangan ini ada beberapa istilah berseberangan yang masyhur digunakan di berbagai institusi, tulisan dan perbincangan. Yakni penggabungan istilah Islam dan Liberal. Sebgaimana diketahui bahwa islam berasal dari baasa Arab dan Liberal berasal dari bahasa Inggris. Ketika kedua kata ini digabungkan menjadi satu maka akan membentuk kalimat “Islam Liberal” yang makna nya suah barang tentu berseberangan. Islam adalah nama agama yang didalamnya ada peradaban, aturan, dan tatanan yang khusus dan arus dipatuhi. Sedangkan Liberal adalah istilah asing yang didalamnya terdapat ajaran kebebasan, keleluasaan yang jelas-jelas tidak ada hubungan nya dengan Islam, bahkan bertentangan. Maka agaknya perlu difikirkan lagi, ada apa dibalik penggabungan dua kata yang bertentangan ini ? Islam mengajarkan pemeluknya untuk mematuhi aturan yang disebut dengan taqwa. Seangkan Liberal mengajarkan pandangan kebebasan dan ketidak terikatan dengan satu otoritas apapun. Agaknya sudah dapat digambarkan sedikit demi sedikit. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ujian dan Evaluasi Diri

S etiap dari kita pasti pernah merasakan ujian dalam hidup. Baik dalam bentuk kesulitan ekonomi, masalah kesehatan, hingga konflik dalam hubungan sosial. Ujian ini adalah sebuah kemestian yang tidak bisa dihindari oleh siapa pun. Allah SWT telah menegaskan dalam Al-Qur'an, "Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, 'Kami telah beriman,' dan mereka tidak diuji?" (QS. Al-Ankabut: 2). Ayat ini mengingatkan kita bahwa ujian adalah bagian dari proses untuk meningkatkan kualitas diri, membentuk karakter, dan menguatkan iman kita kepada Allah SWT. Ujian Sebagai Sarana Meningkatkan Kualitas Diri Ujian yang kita hadapi, apapun bentuknya, adalah bagian dari perjalanan hidup yang dirancang untuk meningkatkan kualitas diri kita. Sebagaimana besi yang dipanaskan untuk menjadi lebih kuat, manusia pun diuji agar menjadi lebih baik. Tanpa ujian, kita mungkin tidak akan tahu sejauh mana keteguhan iman kita, seberapa besar kesabaran kita, atau seb...

4 PERTANYAAN

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ وَفَّقَ مَنْ شَاءَ مِنْ خَلْقِهِ بِفَضْلِهِ وَكَرَمِهِ، وَخَذَلَ مَنْ شَاءَ مِنْ خَلْقِهِ بِمَشِيْئَتِهِ وَعَدْلِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَلَا شَبِيْهَ وَلَا مِثْلَ وَلَا نِدَّ لَهُ، وَلَا حَدَّ وَلَا جُثَّةَ وَلَا أَعْضَاءَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا وَعَظِيْمَنَا وَقَائِدَنَا وَقُرَّةَ أَعْيُنِنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ،وَصَفِيُّهُ وَحَبِيْبُهُ. اَللهم صَلِّ وَسَلَّمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إَلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ . أَمَّابَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ الْقَائِلِ فِيْ مُحْكَمِ كِتَابِهِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ (سورة الحشر: ١٨ مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْ...

JANGAN MARAH

الحَمْدُ للهِ، الحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِالْإِحْسَانِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، خَالِقُ اللَّيَالِيْ وَالأَيَّامِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا محمَّدٍ سَيِّدُ العَرَبِ وَالعَجَمِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الزِّحَامِ. أمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْنِيْ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قال الله تعالى فى كتابه الكريم، بسم الله الرحمن الرحيم، وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ، الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ. عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَوْصِنِي، قَالَ: «لاَ تَغْضَبْ» فَرَدَّدَ مِرَارًا، قَالَ: «لاَ تَغْضَبْ» رواه الب...