Langsung ke konten utama

Seri : LIBERALISASI PEMIKIRAN ISLAM (PART II)



"Pribumi Terjajah"

Teringat dengan cerita seorang teman, kala itu ia berkata, “Mas, kita sudah tahu Indonesia pernah dijajah Belanda dan Jepang, sumber daya alam kita diambil paksa, rakyat disiksa dengan kerja rodi, wanita-wanita diperkosa, orang-orang tua dibunuh, kita sadar betapa kejamnya bangsa kolonial itu di bumi tercinta, mereka menyerang dengan senjata namun bisa kita lawan dengan bambu runcing. Ini yang aku banggakan dari Negeri ku, sadar dijajah maka segera bergerak walau hanya bermodal bambu runcing” 

Hari ini, Indonesia memperingati hari kemerdekaan, namun apakah kemerdekaan sudah menjadi milik Indonesia ? Indonesia kaya sumberdaya alam, namun apakah kekayaan itu milik Indonesia ? tanpa kita sadari, pertahanan Negara kita, kesadaran bangsa kita sudah dijajah kembali. Kali ini tidak dengan senjata, tidak dengan kekerasan, namun dengan kemanjaan dan fasilitas asing yang menawan hati. Teknologi asing, barang-barang impor dari asing, sungguh menawan hati pribumi khususnya muslim. Akhirnya ekonomi bangsa dikuasai Asing, sebab ekonomi itu pula politik bangsa di tangan asing. 

Tak cukup sampai disitu, ada juga yang sangat tertarik dengan pendidikan di Barat, tidak masalah sebenarnya jika ditanggapi dengan perspektif atau worldview Islam, namun kebanyakan orang yang terlalu simpatik sehingga memuji muji Barat menyebabkan ia buta, walhasil fikiran nya berisi racun yang merusak generasi keilmuan bangsa, membawa misi-misi Liberalisasi Pemikiran Islam. 


Sedikit berbagi cerita, Barat memiliki misi untuk mengendalikan dunia, menguasai perekonomian dan politik. Musuh terbesar Barat adalah orng-orang fundamenltalis (Bertaqwa). Hal ini yang menyebabkan misi Barat terhambat. Barat berupaya menghancurkan Kaum Fundamentalis yang tidak lain adalah umat islam yang bertaqwa ini. Karena barat memiliki ideologi Pragmatis yang menghalalkan segala cara, maka tudingan terorisme pun digelontorkan, menyamakan perspektif masyarakat muslim agar jangan keras dengan Barat, karena yang keras akan dituduh Teroris, seperti Drama 9/11 yang di skenario oleh George Bush sehingga umat islam jadi sasaran. 

Sikap fundamentalis Muslim hari ini telah berubah menjadi Liberalis, yang Agamis menjadi Pluralis, wanita bermoral jadi pendukung Gender, Ada Apa dengan Negeriku Hari Ini ? yang diperangi Barat bukan hanya fisik bangsa, tapi juga Pola Fikir Bangsa khusus nya yang muslim. Mudah-mudahan bisa jadi perenungan…. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ujian dan Evaluasi Diri

S etiap dari kita pasti pernah merasakan ujian dalam hidup. Baik dalam bentuk kesulitan ekonomi, masalah kesehatan, hingga konflik dalam hubungan sosial. Ujian ini adalah sebuah kemestian yang tidak bisa dihindari oleh siapa pun. Allah SWT telah menegaskan dalam Al-Qur'an, "Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, 'Kami telah beriman,' dan mereka tidak diuji?" (QS. Al-Ankabut: 2). Ayat ini mengingatkan kita bahwa ujian adalah bagian dari proses untuk meningkatkan kualitas diri, membentuk karakter, dan menguatkan iman kita kepada Allah SWT. Ujian Sebagai Sarana Meningkatkan Kualitas Diri Ujian yang kita hadapi, apapun bentuknya, adalah bagian dari perjalanan hidup yang dirancang untuk meningkatkan kualitas diri kita. Sebagaimana besi yang dipanaskan untuk menjadi lebih kuat, manusia pun diuji agar menjadi lebih baik. Tanpa ujian, kita mungkin tidak akan tahu sejauh mana keteguhan iman kita, seberapa besar kesabaran kita, atau seb...

Memahami Sebuah Ketiadaan

"Allah Mendidikmu dengan Ketiadaan, Agar Engkau Menyadari Betapa Berharganya Sebuah Pemberian " Dalam kehidupan ini, setiap insan pasti pernah merasakan kekurangan, ketiadaan, atau bahkan kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Di saat-saat seperti ini, kita sering kali bertanya-tanya, mengapa Allah membiarkan kita merasakan kesulitan ini? Apakah ini sebuah ujian, hukuman, atau mungkin pelajaran yang tersembunyi?  Rezeki Allah dan Hakikat Ketiadaan Salah satu hal yang perlu kita pahami adalah bahwa rezeki tidak hanya berbentuk materi. Kesehatan, waktu, ilmu, ketenangan hati, dan bahkan kesempatan untuk bertaubat adalah rezeki yang Allah berikan kepada hamba-Nya. Ketika Allah menahan sebagian dari rezeki tersebut, baik itu dalam bentuk harta, kesehatan, atau lainnya, hal itu bukan berarti Allah tidak menyayangi kita. Sebaliknya, bisa jadi Allah sedang mengajarkan kita untuk lebih menghargai apa yang kita miliki dan merasakan betapa berharganya sebuah pemberian. Dalam ketiadaa...

KERANCUAN STUDI ALQUR’AN ALA BARAT

Menyingkap kekacauan berfikir Kaum Liberal Tidak ada kitab suci yang sedemikian besar pengaruhnya terhadap masyarakat dan begitu penting perannya dalam sejarah peradaban manusia selain Al-Qur’an. Dari abad ke abad, kitab suci ini telah menjadi sumber inspirasi para penuntut ilmu, pemburu hikmah dan pencari hidayah. Para pujangga bertekuk lutut dihadapannya, para Ulama tak habis-habis membahasnya. Al-Qur’an-lah satu-satunya kitab suci yang menyatakan bahwa dirinya bersih dari keraguan (la rayba fihi), dijamin keseluruhan isinya (wa inna lahu lahafizun), dan tidak akan mungkin dibuat tandingannya (Laa ya’tuuna Bimitslihi). Ia ibarat kompas pedoman arah dan petunjuk jalan, laksana lentera penerang jalan. Barangkali keistimewaan inilah yang membuat para Orientalis (Orang yang mengkaji Islam dengan Ideologi Barat), Non-Muslim, Yahudi,Liberal dan Kristen menjadi iri dan dengki sehingga berupaya merusak nilai-nilai al-Qur’an.  Soal : Bagaimana Kedudukan Al-Qur’an dimata kau...