Judul Buku : Hizbut Tahrir Dalam Sorotan
Pengarang : Muhammad Idrus Ramli
Penerbit : Bina Aswaja
Tahun : 2013 (Cetakan III)
Tebal : Xii + 146 Halaman
Hizbut tahrir adalah satu aliran yang didirikan oleh seorang tokoh yang mengikuti ideologi mu’tazilah yakni Taqiyuddin An-Nabhani. Penisbatannya terhadap paham Mu’tazilah diketahui dengan sangat jelas dari doktrin dan fatwa – fatwanya yang mengingkari adanya qadha dan qadr Allah. hal ini sebagaimana yang diungkapkan oleh Taqiyuddin dalam bukunya Syakhshiyat al – islamiyah yang merupakan rujukan primer hizbut tahrir.
Semua perbuatan ikhtiyari manusia ini tdak ada kaitannya dengan qadha dan qadr juga tidak ada kaitan dengannya. Karena manusialah yang melakukan dengan kemauan ikhtiarnya. Leh sebab itu perbuaan ikhtiyar manusia tida masuk alam lingkup qadha Allah swt.[1]
Pernyataan diatas dengan jelas memiliki kesan penafian rukun iman yang ke 6 sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadits jibril dan hadits hadits lainnya mengenai rukun iman. Golongan ini sering disigkat dengan nama HT atau HTI. Yang selalu berkoar – koar di berbagai media menyuaraan “khilafah islamiyah vesi mereka” disamping itu, golongan sempalan yang jelas - jelas telah keluar dari mainstream umat islam mayoritas ini juga sering membuat selebaran - selebaran menyuarakan pendirian khilafah dan pernyataan bahwa sistem demokrasi yang dianut pemerintaan Indonesia adalah sistem kafir dan syirik.
Jika diperhatikan lebih lanjut, membalik kembali kepada sejarah khilafah rasyidah yang jelas diridhai Allah, maka akan Nampak nilai nilai demokrasi didalam proses pengangkatan khalifah. Namun agaknya golongan HT ini sangat alergi dengan sejarah dan tetap bersikukuh pada pendiriannya yang rapuh.
Namun, satu hal yang mengherankan bahwa kader kader HT ini nampaknya dengan gegabah bertindak dan mengadopsi paham yang mereka sendiri mungkin tidak mengetahui sejarahnya, ya saya memaklumi sebab HT anti terhadap sejarah sehingga sejarahnya sendiri pun mereka takut membukanya.
Padahal, seharusnya kalangan mahasiswa yang merupakan sasaran utama HT bertindak lebih cerdas. Dalam mengikuti suatu paham alangkah baiknya dilihat sejarahnya, manhajnya dan doktrin - doktrin pokok pendirinya. Sehigga dapat menjadi bahan pertimbangan. Bagaimana mungkin mereka menyuarakan khilafah islamiyah namun didalamnya menyimpan doktrin yang jelas - jelas bertentangan dengan mainstream umat islam sendiri. Seperti penafian terhadap adanya azab kubur. Membolehkan berjabat tangan, mencium dan bahkan melihat aurat wanita yang bukan mahram. Sehingga rasanya perlu dikaji ulang, khilafah islam seperti apa yang mereka inginkan sebenarnya ? agaknya pembaca bisa menilai sendiri dan menyatakan dengan tegas kesesatan aliran sempalan ini.
Buku ini sangat bagus diperpegangi khususnya bagi mahasiswa yang rentan terdoktrin dengan khilafah ala HTI. Dengan harpan agar dapat lebih bijak dan tegas dalam memlih. Disamping itu, buku ini juga baik dipegang oleh para kader HTI, mudah mudahan dengan membaca buku ini, terbuka pintu hidayah agar kader yang terlanjur bergabung dapat kembali ke jalan yang benar. Semoga… !! Wallahu Waliyut Taufiq
[1] Taqiyuddin an-Nabhani, Syakhshiyat al Islamiyah. Juz 1 hal 71-72

Komentar
Posting Komentar