Langsung ke konten utama

MUSLIM BERMORAL, MUSLIM BERMAZHAB




Sejarah Islam, telah mencatat bahwa dalam beragama tidak banyak orang yang benar-benar memahami agama dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari realita yang beraneka ragam dan banyaknya masalah yang tidak dapat diselesaikan sendiri tanpa adanya ilmu yang mumpuni. Manusia dengan akal fikiran yang diberikan Allah tidak dapat mengetahui kebenaran tanpa adanya tuntunan dari sang maha benar. Untuk itulah Allah mengutus Rasulullah yang membawa agama islam, agar kehidupan manusia terarah dengan baik. 

Jauh jauh hari Rasulullah telah bersabda : “Aku tinggalkan untukmu dua perkara, tidak akan tersesat selama engkau berpegang pada keduanya yakni Kitabullah dan Sunnah Rasulnya”(HR.Malik) belajar dari hadits ini agaknya dapat diambil sebuah pelajaran bahwa agar jalan tidak tersesat maka harus beregang pada Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Saw,. Seluruh ulama sepakat mengenai hal ini, namun tidak sedikit yang tertipu dan terpedaya dalam mengamalkan hadits ini. 

Secara logika akal yang sehat, kita memang diwajibkan mengikut Alqur’an dan Hadits, namun dalam mengikuti Alqur’an dan hadits juga terdapat pedoman, mengapa ? sebab tidak semua orang bisa memahami kedua nash tersebut dengan benar. Inilah sebab kenapa didalam Alqur’an disebutkan : “Maka Tanyakanlah kepada orang yang mengetahui jika engkau tidak mengetahui”. Dan didalam Hadits Rasulullah, “Ulama adalah pewaris Para Nabi (HR: Ibnu Majah) . Berdasarkan kedua hadits diatas dapat disimpulkan bawa dalam upaya mengikuti ajaran islam yang benar maka harus berpedoman kepada para ulama sehingga pemahaman terhadap Alqur’an dan Hadits Nabi Saw,. Dapat terealisasikan dengan benar. 

Jika kembali kepada sejarah para sahabat, maka dapat diketahui bahwa para sahabat tidak semuanya berani memutuskan hukum sendiri dalam permasalahan yang dihadapi, semua hal yang tidak diketahui sahabat ditanyakan keapada Rasulullah Saw,. Hingga sepeninggal Rasulullah, para sahabat masih bertanya kepada sebagian sahabat yang mempunyai ilmu memadai untuk berijtihad seperti kulafaurrasyidin. An tidak bisa dipungkiri bahwa para sahabat yang langsung bertemu dengan Rasulullah hanya beberapa orang yang mampu berijtihad, dalam hal ini sebagian ulama menyatkan hanya 10, 20 dan paling banyak 200 orang. Hal ini mmbuktikan bahwa dalam memutuskan ukum tidak bisa dilakukan oleh setiap orang. 

Inilah kemudian yang menjadi dasar mengapa kita harus bermazhab. Sebab dalam memahami Al-Qur’an dan Hadits untuk mengambil hukum tidak bisa dilakukan tanpa adanya ilmu yang memadai. Senada dengan ungkapan Sayyid Ali As-Sagaf didalam Fawaidul makiyyah bahwa “Wajib bagi setiap mukallaf yang tidak mencapai derajat mujtahid untuk bertaqlid kepada salah satu dari 4 mazhab”. Lalu mengapa harus salah satu ari 4 mazhab ? sebab kesepakatan mayoritas ulama dari masa kemasa senantiasa berpegang pada sala satu dari 4 mazhab ini. Dengan demikian jika kita mengikuti salah satu dari 4 mazhab, maka kita sudah termasuk dalam golongan mayoritas umat Islam, yakni yang dijamin keselamatannya oleh Rasulullah dalam hadits Iftiraqul Ummah. Wallahu A’lam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ujian dan Evaluasi Diri

S etiap dari kita pasti pernah merasakan ujian dalam hidup. Baik dalam bentuk kesulitan ekonomi, masalah kesehatan, hingga konflik dalam hubungan sosial. Ujian ini adalah sebuah kemestian yang tidak bisa dihindari oleh siapa pun. Allah SWT telah menegaskan dalam Al-Qur'an, "Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, 'Kami telah beriman,' dan mereka tidak diuji?" (QS. Al-Ankabut: 2). Ayat ini mengingatkan kita bahwa ujian adalah bagian dari proses untuk meningkatkan kualitas diri, membentuk karakter, dan menguatkan iman kita kepada Allah SWT. Ujian Sebagai Sarana Meningkatkan Kualitas Diri Ujian yang kita hadapi, apapun bentuknya, adalah bagian dari perjalanan hidup yang dirancang untuk meningkatkan kualitas diri kita. Sebagaimana besi yang dipanaskan untuk menjadi lebih kuat, manusia pun diuji agar menjadi lebih baik. Tanpa ujian, kita mungkin tidak akan tahu sejauh mana keteguhan iman kita, seberapa besar kesabaran kita, atau seb...

4 PERTANYAAN

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ وَفَّقَ مَنْ شَاءَ مِنْ خَلْقِهِ بِفَضْلِهِ وَكَرَمِهِ، وَخَذَلَ مَنْ شَاءَ مِنْ خَلْقِهِ بِمَشِيْئَتِهِ وَعَدْلِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَلَا شَبِيْهَ وَلَا مِثْلَ وَلَا نِدَّ لَهُ، وَلَا حَدَّ وَلَا جُثَّةَ وَلَا أَعْضَاءَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا وَعَظِيْمَنَا وَقَائِدَنَا وَقُرَّةَ أَعْيُنِنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ،وَصَفِيُّهُ وَحَبِيْبُهُ. اَللهم صَلِّ وَسَلَّمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إَلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ . أَمَّابَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ الْقَائِلِ فِيْ مُحْكَمِ كِتَابِهِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ (سورة الحشر: ١٨ مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْ...

JANGAN MARAH

الحَمْدُ للهِ، الحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِالْإِحْسَانِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، خَالِقُ اللَّيَالِيْ وَالأَيَّامِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا محمَّدٍ سَيِّدُ العَرَبِ وَالعَجَمِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الزِّحَامِ. أمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْنِيْ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قال الله تعالى فى كتابه الكريم، بسم الله الرحمن الرحيم، وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ، الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ. عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَوْصِنِي، قَالَ: «لاَ تَغْضَبْ» فَرَدَّدَ مِرَارًا، قَالَ: «لاَ تَغْضَبْ» رواه الب...