Part II
Mengkaji ajaran islam sudah semestinya mencakup aspek-aspek pokok. Agaknya inilah yang dimaksud dengan kewajiban menimba ilmu yang tertuang didalam Alqur’an dan hadits Nabi Saw,. Senada dengan itu Imam Al-Gazali didalam Ihya’ menerangkan bahwa “ilmu yang wajib dituntut adalah ilmu yang bermanfaat untuk akhirat serta dapat menambah rasa takut kepada Allah Swt,”. Dan ilmu imu pokok itu ialah ilmu Syati’at yang mencakup Ilmu Tauhid, Fiqih dan Tasawuf. Namun tidak berhenti sampai disitu, sebagai sebuah perumpamaan, pohon yang subur tidak akan sempurna jika tidak memiliki dahan, daun dan buah. Maka disamping ilmu-ilmu pokok diatas, diperlukan juga ilmu tambahan seperti astronomi, geografi, fisika, matematika, filsafat, keokteran dan lain sebagainya untuk menyempurnakan ilmu pokok tadi.
Maka tidak bisa dinafikan bahwa Imam Al-Ghazali pun merupakan pakar dibidang filsafat dan ilmu umum lainnya. Belajar dari hal ini, harusnya umat islam jangan merasa cukup dengan ilmu pokok dan mengesampingkan ilmu umum atau duniawi. Sebab dalam islam, ilmu yang sifatnya duniawi jika digunakan untuk membesarkan islam maka dapat bernilai ukhrawi. Inilah perspektif islam yang menghubungkan sinergi dunia dan akhirat, tidak seperti kalangan sekuler yang memisahkan urusan agama dengan dunianya.
Kembali pada permasalahan sebelumnya mengenai kata dan implikasinya terhadap peradaban. Diatas sudah diberikan contoh kalimat “Islam Liberal” yang sudah dijelaskan defenisinya masing-masing. Islam adalah agama yang berisi aturan yang termuat didalam Al-Qur’an dan Hadits sebagaimana keterangan para ‘ulama. Hal ini menunjukkan bahwa islam tidak bisa dimaknai sebagai agama yang bebas sebagaimana maksud daripada pengusung nama “Islam Liberal” (Islam yang bebas dari otoritas, bebas dari aturan).
Jika ditinjau dari sejarah maka orang-orang liberal memiliki strategi yang baik untuk menyebarkan pahamnya. Dimulai dari dunia pendidikan dan intelektual, sosial dan politik, hal ini terbukti dengan diterimanya istilah liberal sebagai sebuah ideology yang diterima sebagian kalangan sebagai sebuah pembaharuan pemikiran islam.
Tanpa disadari, sikap legowo masyarakat islam telah membuat umat islam benar benar menjadi singa ompong yang tampak kuat tapi tidak bisa berbuat apa-apa ketika diusik. Kenapa ? sebab umat islam telah biasa dan nyaman dengan fasilitas dan manja dengan teknologi Barat. Barat dalam misinya menguasai dunia akan berusaha membuat Negara lain khusus nya islam bergantung pada mereka dalam berbagai bidang. Dan hasil dari sikap legowo umat islam khusus nya Indonesia itulah yang membuat hutang Negara bertumpuk, orang muslim Indonesia bangga jika dekat dengan barat, dan akhirnya bangga dengan ideology Islam Liberal yang dibawa para orientalis.
Akirnya perlu diwaspadai, kalangan orietalis yang ingin menguasai dunia dan menghancurkan islam akan membuat umat islam manja dan bergantung dengan mereka, sehingga apapun yang dikatakan orientalis akan mudah disetujui meskipun jauh bersebrangan dengan islam, dengan kedok “Pembaharuan Pemikiran Islam”. berawal dari sebuah kata, menyamakan pandangan hidup, dan rusaklah peradaban islam. semoga Allah senantiasa melindungi Islam dan muslimin...
Part 1 Klik...

Komentar
Posting Komentar