Langsung ke konten utama

TAUBAT SEBAGAI PONDASI AMAL MANUSIA


إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اما بعد

Alhamdulillah, puji dan syukur kehadirat Allah Swt,. Yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya, terutama nikmat iman, kesehatan, dan keinginan yang kuat untuk melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya.
Sholawat berangkaikan salam keharibaan junjungan alam baginda Nabi Muhammad Saw,. Yang telah mengajarkan dan membimbing ummatnya melalui lisan, akhlak dan sikap hidupnya yang mulia, semoga dengan tetap meneladani dan memperbanyak sholawat kepada beliau, kita termasuk ummat Rasulullah yang akan mengisi shaf shaf utama di padang mahsyar kelak.
Hadirin sidang jamaah jum'at yang dimuliakan Allah, sebelum khatib memulai khutbah pada kesempatan kali ini, terlebih dahulu khatib berpesan kepada jamaah sekalian khususnya diri khatib sendiri, marilah kita tingkatkan ketaqwaan kepada Allah swt., dengan terus melaksanakan perintah dan menjauhi larangannya.
Adapun judul khutbah yang akan khatib sampaikan pada kesempatan kali ini ialah: 
TAUBAT SEBAGAI PONDASI AMAL MANUSIA
Taubat adalah pondasi dasar yang menentukan kualitas ibadah manusia. Secara bahasa taubat merupakan bentuk mashdar dari kata
تاب يتوب توبة
Yang artinya kembali. Sedangkan secara istilah, Syeikh Muhammad Amin Al Kurdi menjelaskan bahwa taubat ialah :
الرجوع من الاوصاف المذمومة الى اوصاف المحمودة
Meninggalkan sifat sifat tercela dan melaksanakan sifat sifat terpuji.
Taubay adalah jalan yang mesti ditempuh seorang hamba dengan sungguh sungguh, supaya Allah menghapuskan dosa dosa yang telah diperbuat, hal ini sebagaimana firman Allah
 Allah Swt berfirman didalam Alquran surat At Tahrim ayat 8:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ
Artinya:  hai orang orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan sebenar benar taubat, mudah mudahan Allah menghapuskan dosa dosamu dan memasukkan kamu Kedalam surga yang mengalir dibawahnya sungai sungai
Didalam ayat Alquran diatas, Allah memerintahkan kepada Orang orang yang beriman agar bertaubat dengan sungguh sungguh. Hal ini setidaknya memberi gambaran bagi kita bahwa sebagai orang orang yang beriman kepada Allah, kita sering tak mampu melepaskan diri dari maksiat dan dosa dosa, maka Allah menekankan agar kita mesti bertaubat dengan sungguh sungguh dan tidak mengulangi lagi kesalahan yang dilakukan.
Penekanan taubat yang sungguh sungguh ini direspon oleh para ulama sufi dengan menyatakan bahwa :
التوبة هي اصل كل مقام وحال واول المقامات وهي بمثابة الارض للبناء فمن لا توبة له لا حال له ولا مقام له كما ان من لا ارض له لا بناء له
Taubat adalah pondasi dasar derajat keimanan manusia, umpama sebidang tanah yang merupakan pondasi sebuah bangunan, maka siapa yang tidak mau bertaubat maka ia tak memiliki pondasi amal ibadah.
Hadirin sidang jamaah jumat yang dimuliakan Allah
Taubat yang dilakukan oleh seorang muslim setidaknya memiliki tiga tingkatan sebagaimana dijelaskan oleh para ulama,
Pertama:  Orang yang bertaubat kepada Allah karena takut azab Allah maka ia disebut sebagai At-Taaib.
Kedua:  Orang yang bertaubat kepada Allah karena malu kepada Allah disebut sebagai al Muniib.
Ketiga:  Orang yang bertaubat kepada Allah karena sadar akan keagungan dan kebesaran Allah dan sadar akan ketergantungannya kepada Allah maka disebut sebagai al Awwaab.
Berdasarkan pembagian tingkatan taubat ini, maka kita bisa mengetahui bahwa setiap hamba Allah memiliki derajat yang berbeda tergantung pada pondasi apa ia berpijak. Ketiga derajat taubat ini tidak akan dicapai oleh seorang hamba, melainkan dengan taubatan nashuha.
Taubatan nashuha adalah taubat yang dilakukan seorang hamba meliputi zhohir dan bathin sera berazam tidak akan kembali melakukan kesalahan dan dosa. Barangsiapa yang bertaubat kepada Allah sebatas zhohir saja, maka sama dengan sampah yang dikemas rapi, orang orang akan tertarik melihat kemasannya, namun ketika kemasan itu dibuka maka semua orang akan berpaling bahkan tak lagi mau melihatnya.
Demikian juga bila taubat kita hanya sebatas zhohir saja, maka jika Allah bukakan aib kita diakhirat maka para malaikatpun tak akan mau menoleh kepada kita. Alangkah ruginya bila dihari yang penuh sesak mahsyar Allah buka aib kita hingga tak ada yang berkenan, alangkah malunya kita dihadapan Allah dan Rasulnya.
Rasulullah Saw bersabda   
إن الله لا ينظر الى صوركم ولا الى اموالكم ولكن ينظر الى قلوبكم )رواه مسلم)
Sesungguhnya Allah tidak melihat fisikmu, dan tidak melihat hartamu, tetapi Allah melihat bagaimana hatimu (Hr.Muslim)
Hati yang enggan bertaubat kepada Allah adalah hati yang terkena pengaruh Iblis yang cukup kuat. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Allah berdialog dengan iblis ketika Iblis diusir dari surga ia berkata: 
وعزتك لا اخرج من قلب ابن ادم ما دام فيه الروح
Demi keagungan dan kemuliaanmu ya Allah, sungguh aku tak akan keluar dari hati anak adam selama ia masih memiliki ruh..!!
وعزتي لا امنعهم التوبة ما دامت ارواحهم في اجسادهم
Demi keagunganku, tak akan kututup pintu taubat selama ruhnya masih berada didalam jasadnya.
لاغوينهم اجمعين
Akan aku sesatkan mereka semua
لاكفرن عنهم سياتهم
Akan aku hapuskan dosa dosa mereka
لاتينهم من بين ايديهم ومن خلفهم وعن ايمانهم وعن شمائلهم
Akan aku datangi anak adam dari sekitarnya, dari belakang, kiri dan kanannya.
Manakala iblis berkata demikian, sedihlah para malaikat, namun Allah menjawab dengan lugas: 
انه بقي للانسان جهة الفوق والتحت فاذا رفع يديه بالدعاء على سبيل الجضوع او وضع وجهه على الارض على سبيل الخشوغفرت له الذنوب ولا ابالي
Bahwasanya Allah menyisakan bagi manusia sisi atas dan bawah. Maka jika ia mengangkat kedua tangannya untuk berdoa dengan ketundukan hatinya, atau ia letakkan wajahnya bersujud dengan khusyu', maka aku ampunkan dosa dosanya dan tak perduli sebesar apa dosa itu.
Dalam hal ini Rasulullah Saw bersabda:
ان الله عز وجل يبسط يده بالليل ليتوب مسيئ النهار ويبسط يده بالنهار ليتوب مسيئ الليل حتى تطلع الشمس من مغربها(رواه مسلم)
Sesungguhnya Allah membentangkan rahmatnya pada malam hari untuk mengampunkan dosa hambanya diwaktu siang, dan membentangkan rahmatnya disiang hari untuk menganpunkan dosa hambanya diwaktu malam hingga terbenam matahari pada siang itu. (HR.MUSLIM)
Berdasarkan uraian diatas dapa diambil kesimpulan bahwa taubat adalah hal yang penting dilakukan setiap hamba. Sangkingkan pentingnya dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasulullah yang ma'sum saja beristighfar kepada Allah 70 kali dalam sehari. Maka bagaimana dengan kita yang tidak dijamin bebas dari dosa?
Yang terpenting dengan taubat yang kita lakukan semoga Allah memasukkan kita kedalam golongan orang orang yang beruntung sebagaimana firmannya: 
وتوبو الى الله جميعا ايها المؤمنون لعلكم تفلحون
Dan bertaubatlah kepada Allah wahai sekalian orang orang beriman, agar kamu mendapat keberuntungan.
 Demikianlah khutbah singkat yang dapat khatib sampaikan, semoga bermanfaat bagi kita semua khususnya diri pengkhatib dan keluarga. Amin ya Rabbal alamin....



اَلْحَمْدُللهِ الَّذِيْ انزل على عبده الكتاب ولم يجعل له عوجا. اَشْهَدُاَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَاَشْهَدُاَنَّ محَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَلَّذِى لاَنَبِىَ بَعْدَهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍوَّعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ وَالاَهُ : اَمَّابَعْدُ. فياايهاالحاضرون رحمكم الله, اُوْصِيْكُمْ وَنَفِسى بِتَقْوَى اللهَ فَقَدْفَازَالْمُتَّقُوْنَ قال الله تعالى فى القران الكريم اعوذ بالله من الشيطان الرجيم ياايهاالذين امنوااتقواالله حق تقاته ولاتموتن الاوانتم مسلمون. بارك الله لي ولكم في القرأن الكريم ونفعني وإياكم بما فيه من الأيات وذكر الحكيم.وتقبل مني ومنكم تلاوته إنه هو السميع العليم.  أقول قول هذا فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم

KHUTBAH II

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ
أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.
اللَّهُمَّ صَلِّ وسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ وسَلّمْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ،
يا ايها الناس إتقوا لله ما استطعتم وسارعوا إلى مغفرة من رب العالمين.
قال الله تعالى إن الله وملائكته يصلون على النبي يا ايها الذين امنوا صلو عليه وسلموا تسليما
 وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ، وَعَنْ أَزْوَاجِهِ أُمَّهَاتِ المُؤْمِنِيْنَ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنْ المُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْن
اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات برحمتك يا ارم لراحمين.اللَّهُمَّ اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا جَمْعًا مَرْحُوْمًا، وَاجْعَلْ تَفَرُّقَنَا مِنْ بَعْدِهِ تَفَرُّقًا مَعْصُوْمًا، وَلا تَدَعْ فِيْنَا وَلا مَعَنَا شَقِيًّا وَلا مَحْرُوْمًا.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَ كُلاًّ مِنَّا لِسَانًا صَادِقًا ذَاكِرًا، وَقَلْبًا خَاشِعًا مُنِيْبًا، وَعَمَلاً صَالِحًا زَاكِيًا، وَعِلْمًا نَافِعًا رَافِعًا، وَإِيْمَانًا رَاسِخًا ثَابِتًا، وَيَقِيْنًا صَادِقًا خَالِصًا، وَرِزْقًا حَلاَلاًَ طَيِّبًا وَاسِعًا، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.
رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ :إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فاذكرو الله لعظيم يذكركم واشكروه على نعمه يزدكم ولذكر الله أكبر والله يعلم ما تصنعون.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ujian dan Evaluasi Diri

S etiap dari kita pasti pernah merasakan ujian dalam hidup. Baik dalam bentuk kesulitan ekonomi, masalah kesehatan, hingga konflik dalam hubungan sosial. Ujian ini adalah sebuah kemestian yang tidak bisa dihindari oleh siapa pun. Allah SWT telah menegaskan dalam Al-Qur'an, "Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, 'Kami telah beriman,' dan mereka tidak diuji?" (QS. Al-Ankabut: 2). Ayat ini mengingatkan kita bahwa ujian adalah bagian dari proses untuk meningkatkan kualitas diri, membentuk karakter, dan menguatkan iman kita kepada Allah SWT. Ujian Sebagai Sarana Meningkatkan Kualitas Diri Ujian yang kita hadapi, apapun bentuknya, adalah bagian dari perjalanan hidup yang dirancang untuk meningkatkan kualitas diri kita. Sebagaimana besi yang dipanaskan untuk menjadi lebih kuat, manusia pun diuji agar menjadi lebih baik. Tanpa ujian, kita mungkin tidak akan tahu sejauh mana keteguhan iman kita, seberapa besar kesabaran kita, atau seb...

Memahami Sebuah Ketiadaan

"Allah Mendidikmu dengan Ketiadaan, Agar Engkau Menyadari Betapa Berharganya Sebuah Pemberian " Dalam kehidupan ini, setiap insan pasti pernah merasakan kekurangan, ketiadaan, atau bahkan kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Di saat-saat seperti ini, kita sering kali bertanya-tanya, mengapa Allah membiarkan kita merasakan kesulitan ini? Apakah ini sebuah ujian, hukuman, atau mungkin pelajaran yang tersembunyi?  Rezeki Allah dan Hakikat Ketiadaan Salah satu hal yang perlu kita pahami adalah bahwa rezeki tidak hanya berbentuk materi. Kesehatan, waktu, ilmu, ketenangan hati, dan bahkan kesempatan untuk bertaubat adalah rezeki yang Allah berikan kepada hamba-Nya. Ketika Allah menahan sebagian dari rezeki tersebut, baik itu dalam bentuk harta, kesehatan, atau lainnya, hal itu bukan berarti Allah tidak menyayangi kita. Sebaliknya, bisa jadi Allah sedang mengajarkan kita untuk lebih menghargai apa yang kita miliki dan merasakan betapa berharganya sebuah pemberian. Dalam ketiadaa...

KERANCUAN STUDI ALQUR’AN ALA BARAT

Menyingkap kekacauan berfikir Kaum Liberal Tidak ada kitab suci yang sedemikian besar pengaruhnya terhadap masyarakat dan begitu penting perannya dalam sejarah peradaban manusia selain Al-Qur’an. Dari abad ke abad, kitab suci ini telah menjadi sumber inspirasi para penuntut ilmu, pemburu hikmah dan pencari hidayah. Para pujangga bertekuk lutut dihadapannya, para Ulama tak habis-habis membahasnya. Al-Qur’an-lah satu-satunya kitab suci yang menyatakan bahwa dirinya bersih dari keraguan (la rayba fihi), dijamin keseluruhan isinya (wa inna lahu lahafizun), dan tidak akan mungkin dibuat tandingannya (Laa ya’tuuna Bimitslihi). Ia ibarat kompas pedoman arah dan petunjuk jalan, laksana lentera penerang jalan. Barangkali keistimewaan inilah yang membuat para Orientalis (Orang yang mengkaji Islam dengan Ideologi Barat), Non-Muslim, Yahudi,Liberal dan Kristen menjadi iri dan dengki sehingga berupaya merusak nilai-nilai al-Qur’an.  Soal : Bagaimana Kedudukan Al-Qur’an dimata kau...