Langsung ke konten utama

MEMIKIRKAN PERSIAPAN AKHIRAT


MEMIKIRKAN PERSIAPAN AKHIRAT
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اما بعد
Hadirin yang di muliakan Allah SWT.
Marilah kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah, karena sesungguhnya kita semua akan di hadapkan kepada Allah. Dan Allah akan bertanya kepada kita, kita gunakan untuk apa umur yang telah diberikan Allah kepada kita, dari mana harta kita hasilkan, dan untuk apa kita gunakan. Kita gunakan untuk apa waktu muda kita. Apakah sudah kita amalkan ilmu-ilmu yang diberikan oleh Allah kepada kita.
Hadirin yang di muliakan Allah SWT.
Kita akan menghadapi perkara-perkara yang besar, kita akan menghadapi kematian, seumpama sakitnya kematian itu ditunjukkan kepada manusia yang hidup didunia ini, tentu semua orang tidak akan merasakan enaknya makan dan nyenyaknya tidur.
Kita semua akan menghadapi alam kubur, sedangkan alam kubur itu salah satu dari pertamanan surga atau jurang dari jurang-jurang neraka.
Kita semua akan menghadapi jembatan shirat, akan menghadapi hisab, akan dihitung amal-amal kita semua, baik yang zhohir maupun yang bathin.

وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ
Dan jika kamu menampakkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu.(S.Al Baqarah : 284)
Amal-amal yang kita sembunyikan dan amal-amal yang kita perlihatkan, semua akan di hisab oleh Allah.
فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Maka Allah mengampuni siapa yang dikehandaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (S.Al Baqarah : 284)
Hadirin yang di muliakan Allah SWT.
Kita semua akan menghadapi mahkamah yang agung, yang hakimnya yaitu Allah sendiri, yang menguasai seluruh alam, yang mengetahui, perkara yang dhohir dan bathin. Saksinya yaitu para Malaikat, Para Nabi dan Rasul. Mahkamah yang disaksikan oleh semua makhluk. Semua manusia mulai dari nabi Adam a.s. sampai manusia yang terakhir. Kita akan menjadi tontonan di mahkamah itu. Ketika kita diputus oleh Allah bahwa kita termasuk golongan orang yang diridhoi oleh Allah, maka kita tidak bisa bayangkan bagaimana kemuliaan yang kita dapatkan waktu itu. Sebaliknya, ketika kita diputus oleh Allah termasuk golongan orang yang durhaka, maka bagaimana kesusahan dan kehinaannya yang kita alami pada waktu itu.
Hadirin yang di muliakan Allah SWT.
Memikirkan hal yang seperti itulah yang menjadikan takutnya para wali Allah kepada Allah. Menjadikan bergetarnya hati orang yang beriman. Karena merasakan dunia ini bukan apa-apa.
أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
Ketahuilah bahwasanya wali-wali Allah itu tidak ada rasa takut dalam diri mereka (akan gemerlap dunia) dan tidak pula mereka bersedih (karena kehilangan kesenangan dunia) (Q.s Yunus 62)
Kenikmatan dunia ini bukan apa-apa. Kemuliaan dunia ini bukan apa-apa. Kenikmatan dan kemuliaan yang sebentar. Semestinya Kita berfikir kemuliaan ataukah kehinaan yang akan kita dapatkan nanti di pengadilan Allah.
Hadirin yang di muliakan Allah SWT.
Langkah-langkahnya syaitan untuk merusak kita, yaitu ketika kita lupa dengan kehidupan akhirat. Ketika seseorang itu lupa dengan kehidupan akhirat kemudian sibuk dan tergiur dengan kehidupan dunia, maka hatinya akhirnya akan dipenuhi dengan ‘hubbud dunya’ (cinta dunia). Senang dengan kehidupan dunia. Perilaku dan pertimbangannya adalah dunia. Padahal dunia akan ditinggalkan. Siang-malam yang difikirkan dunia dan lupa kepada akhirat, padahal kita akan ke akhirat. Maka nabi saw. bersabda :
حب الدنيا رأس كل خطيئة
“sesungguhnya cinta dunia itu pangkal dari segala kesalahan”.
Seseorang itu berjalan ke akhirat tetapi yang dilihat adalah dunia bagaimana dia bisa selamat, ibarat seseorang itu berjalan ke barat tetapi dia selalu melihat ke timur , bagaimana nasib orang yang seperti ini, tentu dia akan menabrak dan jatuh ke jurang kesesatan.
Kita ini setiap hari, setiap jam, setiap meniat, tambah dekat denagn akhirat, kita berjalan menuju akhirat, dirumah kita berjalan ke akhirat, tidurpun kita bertambah dekat dengan akhirat, tetapi apabila yang kita fikirkan bukan akhirat tentu kita akan salah jalan. Maka hendaknya kita selalu mengingat akhirat, karena tipuan syetan itu hanya untuk orang-orang yang lupa kepada akhirat.
وَلِتَصْغَىٰ إِلَيْهِ أَفْئِدَةُ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ وَلِيَرْضَوْهُ وَلِيَقْتَرِفُوا مَا هُم مُّقْتَرِفُونَ
Dan (juga) agar hati kecil orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat cenderung kepada bisikan itu, mereka merasa senang kepadanya dan supaya mereka mengerjakan apa yang mereka (syaitan) kerjakan. (QS. Al An’am : 113)
Orang yang tunduk , taat kepada syaithon yaitu orang-orang yang hatinya tidak yaqin dengan akhirat. Orang yang hatinya dipenuhi yaqin dengan akhirat, memikirkan akhirat tidak akan bisa ditipu oleh syaithon.
Hadirin yang di muliakan Allah SWT.
 Mari kita jadikan hari Jum’at yang mulia ini untuk bersungguh-sungguh mempersiapkan diri untuk kehidupan kita di akhirat.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”.(S. Al Hasyr : 18)
Hendaknya kita memikirkan persiapan akhirat. Untuk hidup di dunia ini kita selalu memikirkannya siang dan malam, seperti rumah, kendaraan, dan lain-lainnya, maka untuk akhirat kita harus lebih mempersiapkannya.
Hadirin yang di muliakan Allah SWT.
Sekarang ini akhirat sudah ada, surga sudah jadi, neraka sudah dinyalakan, apakah persiapan kita untuk menghadapinya. Kalau kita mau berpikir, tentu kita bisa beramal untuk akhirat kita, sehingga yang kita fikirkan siang dan malam, bagaimana amal-amal kita bisa terjaga.
Hadirin yang di muliakan Allah SWT.
Tetapi kita ini dibuat oleh Allah dari tanah, sedangkan tanah itu punya sifat mudah dipengaruhi, maka di antara kewajiban kita adalah membuat suasana yang membuat kita ingat kepada akhirat. Kita jadikan rumah kita, anak-anak kita, kampong-kampung kita, toko-toko kita, tempat kerja kita, hidup suasana amal agama sehingga senantiasa bisa mengingatkan kita nanti di akhirat. Demikianlah kutba singkat ang dapat khotib sampaikan, semoga bermanfaat bagi kita semua, khusus bagi diri pengkhotib dan keluarga. Amin ya Rabbal ‘Alamin. 

اَلْحَمْدُللهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْكَرِهَ الْمُشْرِكِيْنَ. اَشْهَدُاَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَاَشْهَدُاَنَّ محَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَلَّذِى لاَنَبِىَ بَعْدَهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍوَّعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ وَالاَهُ : اَمَّابَعْدُ. فياايهاالحاضرون رحمكم الله, اُوْصِيْكُمْ وَنَفِسى بِتَقْوَى اللهَ فَقَدْفَازَالْمُتَّقُوْنَ قال الله تعالى فى القران الكريم اعوذ بالله من الشيطان الرجيم ياايهاالذين امنوااتقواالله حق تقاته ولاتموتن الاوانتم مسلمون. بارك الله لي ولكم في القرأن الكريم ونفعني وإياكم بما فيه من الأيات وذكر الحكيم.وتقبل مني ومنكم تلاوته إنه هو السميع العليم.  أقول قول هذا فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم  

KHUTBAH II 
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ
أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.
اللَّهُمَّ صَلِّ وسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ وسَلّمْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ،
يا ايها الناس إتقوا لله ما استطعتم وسارعوا إلى مغفرة من رب العالمين.
قال الله تعالى إن الله وملائكته يصلون على النبي يا ايها الذين امنوا صلو عليه وسلموا تسليما
 وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ، وَعَنْ أَزْوَاجِهِ أُمَّهَاتِ المُؤْمِنِيْنَ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنْ المُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْن
اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات برحمتك يا ارم لراحمين.اللَّهُمَّ اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا جَمْعًا مَرْحُوْمًا، وَاجْعَلْ تَفَرُّقَنَا مِنْ بَعْدِهِ تَفَرُّقًا مَعْصُوْمًا، وَلا تَدَعْ فِيْنَا وَلا مَعَنَا شَقِيًّا وَلا مَحْرُوْمًا.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَ كُلاًّ مِنَّا لِسَانًا صَادِقًا ذَاكِرًا، وَقَلْبًا خَاشِعًا مُنِيْبًا، وَعَمَلاً صَالِحًا زَاكِيًا، وَعِلْمًا نَافِعًا رَافِعًا، وَإِيْمَانًا رَاسِخًا ثَابِتًا، وَيَقِيْنًا صَادِقًا خَالِصًا، وَرِزْقًا حَلاَلاًَ طَيِّبًا وَاسِعًا، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.
رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ :إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فاذكرو الله لعظيم يذكركم واشكروه على نعمه يزدكم ولذكر الله أكبر والله يعلم ما تصنعون.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ujian dan Evaluasi Diri

S etiap dari kita pasti pernah merasakan ujian dalam hidup. Baik dalam bentuk kesulitan ekonomi, masalah kesehatan, hingga konflik dalam hubungan sosial. Ujian ini adalah sebuah kemestian yang tidak bisa dihindari oleh siapa pun. Allah SWT telah menegaskan dalam Al-Qur'an, "Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, 'Kami telah beriman,' dan mereka tidak diuji?" (QS. Al-Ankabut: 2). Ayat ini mengingatkan kita bahwa ujian adalah bagian dari proses untuk meningkatkan kualitas diri, membentuk karakter, dan menguatkan iman kita kepada Allah SWT. Ujian Sebagai Sarana Meningkatkan Kualitas Diri Ujian yang kita hadapi, apapun bentuknya, adalah bagian dari perjalanan hidup yang dirancang untuk meningkatkan kualitas diri kita. Sebagaimana besi yang dipanaskan untuk menjadi lebih kuat, manusia pun diuji agar menjadi lebih baik. Tanpa ujian, kita mungkin tidak akan tahu sejauh mana keteguhan iman kita, seberapa besar kesabaran kita, atau seb...

4 PERTANYAAN

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ وَفَّقَ مَنْ شَاءَ مِنْ خَلْقِهِ بِفَضْلِهِ وَكَرَمِهِ، وَخَذَلَ مَنْ شَاءَ مِنْ خَلْقِهِ بِمَشِيْئَتِهِ وَعَدْلِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَلَا شَبِيْهَ وَلَا مِثْلَ وَلَا نِدَّ لَهُ، وَلَا حَدَّ وَلَا جُثَّةَ وَلَا أَعْضَاءَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا وَعَظِيْمَنَا وَقَائِدَنَا وَقُرَّةَ أَعْيُنِنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ،وَصَفِيُّهُ وَحَبِيْبُهُ. اَللهم صَلِّ وَسَلَّمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إَلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ . أَمَّابَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ الْقَائِلِ فِيْ مُحْكَمِ كِتَابِهِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ (سورة الحشر: ١٨ مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْ...

Memahami Sebuah Ketiadaan

"Allah Mendidikmu dengan Ketiadaan, Agar Engkau Menyadari Betapa Berharganya Sebuah Pemberian " Dalam kehidupan ini, setiap insan pasti pernah merasakan kekurangan, ketiadaan, atau bahkan kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Di saat-saat seperti ini, kita sering kali bertanya-tanya, mengapa Allah membiarkan kita merasakan kesulitan ini? Apakah ini sebuah ujian, hukuman, atau mungkin pelajaran yang tersembunyi?  Rezeki Allah dan Hakikat Ketiadaan Salah satu hal yang perlu kita pahami adalah bahwa rezeki tidak hanya berbentuk materi. Kesehatan, waktu, ilmu, ketenangan hati, dan bahkan kesempatan untuk bertaubat adalah rezeki yang Allah berikan kepada hamba-Nya. Ketika Allah menahan sebagian dari rezeki tersebut, baik itu dalam bentuk harta, kesehatan, atau lainnya, hal itu bukan berarti Allah tidak menyayangi kita. Sebaliknya, bisa jadi Allah sedang mengajarkan kita untuk lebih menghargai apa yang kita miliki dan merasakan betapa berharganya sebuah pemberian. Dalam ketiadaa...