MENYIKAPI WABAH CORONA
اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ وَفَّقَ
مَنْ شَاءَ مِنْ خَلْقِهِ بِفَضْلِهِ وَكَرَمِهِ، وَخَذَلَ مَنْ شَاءَ مِنْ
خَلْقِهِ بِمَشِيْئَتِهِ وَعَدْلِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ
وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَلَا شَبِيْهَ وَلَا مِثْلَ وَلَا نِدَّ لَهُ، وَلَا
حَدَّ وَلَا جُثَّةَ وَلَا أَعْضَاءَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا
وَحَبِيْبَنَا وَعَظِيْمَنَا وَقَائِدَنَا وَقُرَّةَ أَعْيُنِنَا مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، وَصَفِيُّهُ وَحَبِيْبُهُ.
Ma’asyiral
muslimin rahimakumullah, Mengawali khutbah yang singkat ini, khatib berwasiat
kepada kita semua, terutama kepada diri khatib pribadi untuk senantiasa
berusaha meningkatkan ketakwaan dan keimanan kita kepada Allah subhanahu wa
ta’ala dengan menjalankan semua kewajiban dan menjauhkan diri dari segala yang
dilarang dan diharamkan. Hadirin yang dirahmati Allah, Bulan Rajab sudah
berlalu meninggalkan kita.
Saat
ini kita telah berada di bulan Sya’ban, gerbang menuju sebuah madrasah tempat
bagi kita semua untuk menempa diri, yaitu bulan Suci Ramadhan. Madrasah
Ramadhan kian dekat dengan kita, tapi musibah demi musibah belum juga beranjak
dari kita. Semakin hari semakin banyak orang yang terinfeksi virus corona.
Dari
waktu ke waktu semakin banyak orang yang meninggal karena terpapar virus ini.
Sebelum kita sampai pada madrasah Ramadhan, marilah kita menjadikan musibah
mewabahnya virus corona ini sebagai pelajaran bagi kita semua. Kita yakin bahwa
dalam setiap peristiwa pasti ada hikmahnya. Setiap kejadian pasti ada maknanya.
Setiap musibah pasti ada pelajaran yang bisa dipetik darinya.
Allah
subhanahu wa ta’ala berfirman:
رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًا (ءال عمران: ١٩١
Maknanya: “Ya Tuhan kami, kami
bersaksi bahwa tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia (melainkan
mempunyai hikmah dan tujuan di balik ciptaan itu semua)” (QS Al ‘Imran: 191).
Hadirin rahimakumullah, Sebagaimana diberitakan bahwa virus corona ini bisa menyerang siapa pun. Tua, muda, kaya, miskin, laki-laki, perempuan, muslim, non muslim, orang yang shalat, orang yang tidak shalat. Siapa pun tanpa terkecuali. Hal ini mengingatkan kita akan apa yang ditanyakan Zainab binti Jahsy radliyallahu ‘anhu kepada Baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
أَنَهْلِكُ وَفِينَا الصَّالِحُونَ؟
Maknanya: “Apakah kita akan binasa, padahal di
antara kita masih ada orang-orang yang shalih?”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
menjawab:
نَعَمْ إِذَا كَثُرَ الْخَبَثُ
Maknanya: “Iya, jika dosa dan maksiat sudah
banyak dilakukan” (HR Muslim).
Melalui wabah virus corona, kita diingatkan
bahwa dosa, maksiat, dan kemungkaran telah mewabah di lingkungan kita, di
masyarakat kita. Melalui virus ini, kita juga ditegur bahwa banyak di antara
kita yang acuh tak acuh terhadap kemungkaran yang menjalar di tengah-tengah
kita.
Kemungkaran, dosa dan maksiat itulah
yang mengundang azab Allah kepada kita semua. Kita diingatkan untuk lebih giat
lagi dalam beramar makruf dan bernahi mungkar. Tentu amar makruf kita harus
dilandasi ilmu sehingga kita dapat beramar makruf dengan cara yang makruf, dengan
cara yang baik, dan bernahi mungkar dengan cara yang tidak mungkar.
Hadirin jamaah
Jumat rahimakumullah,
Mahasuci Allah
yang telah menciptakan makhluknya dengan segala manfaat dan kesempurnaannya.
Baik makhluk yang dapat dilihat dengan mata telanjang maupun membutuhkan alat
bantu untuk melihatnya, semua Allah ciptakan dengan ragam peran dan manfaatnya
di bumi ini.
Allah kerap
membuat perumpamaan untuk menjelaskan kebenaran dan hakikat yang luhur, dengan
bermacam makhluk hidup, baik kecil maupun besar. Orang-orang kafir mencibir
ketika Allah mengambil perumpamaan berupa makhluk kecil yang dipandang remeh
seperti lalat dan laba-laba. Sehingga turunlah ayat:
إِنَّ اللَّهَ لا يَسْتَحْيِي أَنْ يَضْرِبَ مَثَلا مَا
بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ
الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَيَقُولُونَ مَاذَا أَرَادَ
اللَّهُ بِهَذَا مَثَلا يُضِلُّ بِهِ كَثِيرًا وَيَهْدِي بِهِ كَثِيرًا وَمَا
يُضِلُّ بِهِ إِلا الْفَاسِقِينَ
“Sesungguhnya
Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari
itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu
benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah
maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?" Dengan perumpamaan itu
banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak
orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali
orang-orang yang fasik” (QS Al-Baqarah: 26).
Hadirin Jama’ah Jum’at :
Nampaknya melalui
wabah ini Allah ingin mengajarkan kepada kita bahwa ternyata nikmat yang paling
indah dalam hidup ini adalah ketika kening kita masih diperkenankan bersujud
kepada Allah, tangan kita masih diizinkan untuk mengangkat takbir, telinga kita
masih diperkenankan mendengar naungan azan, lisan kita masih diperkenankan
melantunkan ayat Al-Qur’an.
Allah juga ingin
mengajarkan kepada kita, bahwa musibah yang paling besar adalah ketika seluruh
makhluk didunia ini meminta dengan penuh harap kepada Allah, namun Allah sudah
tak perduli dengan hamba-hambanya ang selama ini melupakannya setelah sekian
banyak peringatan dan anjuran yang diberikan.
Oleh karenanya,
marilah kita mengintrospeksi diri, wabah yang terjadi saat ini adalah panggilan suci untuk berdiam diri dan
merenungi betapa besar nikmat Allah yang selama ini kita dustakan, dan
kedepannya hendaklah kita mengambil pelajaran dari setiap ketetapan taqdir
Allah Swt,. Semoga kita diselamatkan dari wabah ini, dan disentosakan pula
hidup di dunia sampai akhirat. Amin ya Rabbal ‘Alamin.
الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ
بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، وَبِفَضْلِهِ تَتَنَزَّلُ الْخَيْرَاتُ
وَالْبَرَكَاتُ، وَبِتَوْفِيْقِهِ تَتَحَقَّقُ الْمَقَاصِدُ وَالْغَايَاتُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّاا للهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ
مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَّ بَعْدَهُ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ
وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ المُجَاهِدِيْنَ
الطَّاهِرِيْنَ.
أَمَّا
بَعْدُ، فَيَا آيُّهَا الحَاضِرُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ
وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا
اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ،
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى.
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ،
وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ
وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ
العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ ا
للهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ
تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ
وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا
مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا
بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا
عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ
بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ
وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا
صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ
وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ
الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ
الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ
اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ
الرَّاحِمِيْنَ.
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ
وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ
أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ
وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ
مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ
إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ
وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا
وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ
اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى
الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَاللهِ !
إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ
وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ
لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ
وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Komentar
Posting Komentar