االحمد لله الذى خلق
الموت والحياة ليبلوكم أيكم أحسن عملا. أشهد أن لا إله الله الواحد االصمد وأشهد
أن سيدنا محمدا عبده ورسوله سيد العالمين، اللهم صل وسلم على هذا النبى الكريم
والمرسلين وعلى آله واصحابه أجمعين، أما بعد
Sidang Jum’at yang dimuliakan
Allah.
Puji dan syukur kehadirat Allah,
shalawat dan salam kepada Baginda Rasulullah….
Sebelum khatib memulai khutbah ini,
khatib berpesan kepada jama’ah sekalian dan juga kepada diri pengkhatib
sendiri, marilah kita senantiasa meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah
Swt,….
Adapun judul khutbah yang akan
khatib sampaikan pada kesempatan kali ini ialah : Cinta dunia dan takut
kematian.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوشِكُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ الْأُمَمُ
مِنْ كُلِّ أُفُقٍ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ عَلَى قَصْعَتِهَا قَالَ قُلْنَا
يَا رَسُولَ اللَّهِ أَمِنْ قِلَّةٍ بِنَا يَوْمَئِذٍ قَالَ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ
كَثِيرٌ وَلَكِنْ تَكُونُونَ غُثَاءً كَغُثَاءِ السَّيْلِ يَنْتَزِعُ الْمَهَابَةَ
مِنْ قُلُوبِ عَدُوِّكُمْ وَيَجْعَلُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ قَالَ قُلْنَا
وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الْحَيَاةِ وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ
Akan datang suatu zaman umat lain
memperebutkan kamu sekalian seperti memperebutkan makanan dalam hidangan.
Sahabat bertanya “Apakah kami jumlahnya sedikit pada saat itu”. Jawab
Rasulullah; Bukan bahkan sesungguhnya jumlah kamu banyak tetapi kualitas kamu
ibarat buih yang terapung di atas air dan di dalam hatimu dijadikan kelemahan
jiwa. Sahabat bertanya “apa yang dimaksud kelemahan jiwa? Rasulullah menjawab,
yaitu cinta dunia dan membeci kematian”.
Sungguh tepat isyarat yang
digambarkan oleh Rasulullah dalam sabdanya di atas bahwa pada akhir zaman nanti
umat Islam akan mengalami disintergrasi, penurunan kualitas iman, ibadah-ibadah
yang dilaksankan hanya melepaskan beban kewajiban dan kegiatan rutinitas ritual
tidak di sadari sebagai sebuah kebutuhan sehingga yang tercermin dalam
kehidupan sehari-hari tidak lebih dengan orang yang tidak beriman. Sehingga
mereka mudah diombang-ambingkan oleh kegemerlapan dunia yang serba menggiurkan.
Ibarat buih yang terapung di atas air akan terhempas kemana-mana.
Dunia ini sebenarnya jika kita
telususri dari segi pengertian bahasanya yang terambil dari kata danâ, yang
artinya adalah dekat, sebentar. Dari makna ini bisa dipahami bahwa dunia ini
adalah suatu tempat yang dekat lagi sebentar.
Hal ini dapat dirasakan ketika kita
memakan makanan, yang merasakan lezat dan pahitnya adalah hanya sampai pada
tenggorokan saat sampai diperut, tidak bisa dibedakan rasanya mana makanan yang
lezat dan makanan yang tidak lezat. Itulah gambaran kehidupan dunia.
Sidang Jum’at yang dimuliakan
Allah.
Salah satu penyebab kehilapan
manusia adalah karena kecintaan terhap dunia. Orang yang sangat mencintai dunia
segala pikiran dan pandangannya selalu diukur oleh perhitungan dunia, bahkan
kadang-kadang ada di antara umat Islam melaksanakan urusan akhirat bukan
sebenarnya tujuan akhirat akan tetapi hanya sebagai pengelabuan kepada orang
lain untuk mencapai cita-cita dunia.
Bangsa kita yang nota bene umat
yang terbanyak adalah umat Islam, yang tentu saja agama kita sangat
mengharapkan prilaku umatnya berjalan sesuai dengan aturan agamanya.
tetapi sebuah pertanyaan, adalah mengapa persoalan bangsa kita belum
terselesaikan atau paling tidak ada titik terang menuju suatu perubahan
prilaku.
Bahkan tampaknya masih
memprihatinkan prilaku sebagian masyarakat kita, baik masyarakat maupun
masyarakat pemegang kekuasaan yang sangat diharapkan bisa menegakkan aturan
tetapi justru seakan-akan mengambil satu prinsip “mumpung”.
Inilah budaya yang menggerogoti
kehidupan bangsa kita, mumpun ada kesempatan, kapan lagi dimanfaatkan kedudukan
itu kalau bukan sekarang. Pada hal jabatan itu sebenarnya hanya sebagai sebuah
amanat bukan sebuah tujuan dan nantinya diakhirat akan dipertanyakan oleh Allah
:
كلكم راع وكلكم مسؤول عن
رعيته
Mempertahankan kebenaran di negara
kita adalah sesuatu yang sangat langkah lagi mahal. Ada orang yang mau berjuang
akan tetapi selalu diukur dengan materi, kalau tidak menguntungkan bagi dirinya
lebih baik bungkam atau diam daripada kedudukannya digeser.
Memang dunia ini manis rasanya dan
enak dipandang, maka manusia tertarik dengannya. Betapa banyak
manusia yang hanya memburu dunia setiap saat tidak mengenal waktu, siang dan
malam, panas dan dingin. Bahkan terbawa dalam mimpi.Pada hal apa yang diburunya
itu belum tentu menjamin dirinya untuk dapat mendapat ketenangan. Karena betapa
banyak orang yang punya harta yang melimpah, punya segala macam pasilitas
dunia, punya mobil mewah, rumah mewah, apa saja yang dia mau makan semua bisa
dibelinya, tetapi justru hidupnya tidak tenang tidak bisa dinikmati.
Mobil mewahnya ada tapi tidak bisa
dipakainya karena punya penyakit tidak bisa naik kendaraan, makanannya apa saja
yang diinginkan tetapi itu semua tidak bisa dimakannya kecuali hanya sesendok
nasi yang tak berlauk.
Sidang Jum’at yang berbahagia!
Agama Islam bukan berarti melarang
kita untuk mencarinya, agama kita tetap memberikan peluang seluas-luasanya bagi
umat manusia untuk mendapatkan sebanyak-banyaknya. Tidak melarang untuk kaya.
Akan tetapi cara mendapatkannya dan memanfaatkannya sesuai dengan ajaran agama
Islam dan tidak menjadi segala-galanya. Demikian pula jangan meninggalkan dunia
karena hanya terpokus kepada ibadah kepada Allah.
Agama kita mensinyalir bahwa dunia
adalah sarana untuk mendapatkan kehidupan akhirat yang lebih baik.Dunia ini
dengan segala fasilitasnya kita yang seharusnya mengendalikan bukan dia yang
mengatur kita.
Harta yang kita miliki janganlah ia
yang mengatur dan memperbudak kita, karena mobil kita yang bagus setiap
hari dilap dan dicuci, sementara diri kita, hati kita tidak pernah dibersihkan
melalui dengan zikir-zikir atau beribadah kepada Allah, kalaupun dilakukan
hanya dengan sangat terpaksa atau merasa malu dengan sesamanya.
Padahal semestinya rasa malu itu
jauh lebih didahulukan kepada Allah daripada manusia. Karena seseorang yang
malu kepada Allah pasti juga malu terhadap manusia tidak sebaliknya. Jadi harta
itu kita yang mengaturnya dan memanfaatkannya bukan kita yang dimanfaatkan.
Jika umat Islam sudah
menomorsatukan dunia di atas segala-galanya, enggan menyuarakan kebenaran dan
melarang kemungkaran maka Allah akan mencabut kebesaran Islam dari permukaan
bumi ini dan mencabut keberkahan wahyu.
Ketika umat Islam sangat mencintai
dunia dengan sendirinya pasti muncul sifat kedua yaitu takut akan mati.
Pertanyaan yang muncul adalah mengapa mereka takut mati? Padahal semua yang
namanya makhluk pasti akan mati sekalipun bersembunyi di balik batu besar dan
benteng yang tertutup rapat-rapat.
أَيْنَمَا تَكُونُوا
يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ
Orang takut mati mungkin karena
takut meninggalkan hartanya atau mungkin belum ada persiapan dalam menghadapi
kematian.
Takut mati termasuk salah satu di
antara penyakit umat manusia dalam perjuangannya. Sebab dalam perjuangannya
selalu diliputi oleh rasa kekhawatiran akan terkena resiko. Akibatnya mau
berjuang asal tidak ada resiko yang menimpa, asal dirinya selamat, dan untuk
menyelamatkan diri maka dalam memperjuangkan Islam kadang memutar balikkan
fakta. yang hak dinyatakan batil, yang batil dinyatakan hak.
Orang kecil bersalah ditetapkan
hukuman yang berat, sementara yang besar yang bersalah dinyatakan benar atau
bebas dari jeratan hukum. Hukum ibarat pisau hanya sebelah yang bisa mengiris
benda. Padahal di dalam ajaran agama kita bahwa semua orang sama didepan hukum.
Hal ini kita dapat menyaksikan di
tengah-tengah kehidupan berbangsa dan bernegara di bumi Indonesia yang kita
cintai, dimana keadilan yang merupakan suatu ajaran asasi dalam agama Islam
bahkan semua agama adalah sesuatu hal yang sangat mahal, nyaris barang
yang namanya keadilan hampir menghilang dipersada Indonesia.
Padahal kita harus sadari dan
membuka mata lebar-lebar serta mengambil ibrah beberapa peristiwa yang terjadi,
baik peristiwa alam (tsunami yang terjadi di Aceh dan sebagian daerah sumatera
utara di susul lagi gempa bumi) maupun kejadian non-alam (pengeboman, penyakit
busng lapar, dsb) itu semua adalah peringatan bagi kita semua dari Allah.
Banyak lagi contoh lain yang terhampar di depan mata kita.
Oleh karenanya, marilah kita semua
mengintrospeksi diri, khususnya bagi para pemimpin bangsa ini, mulai dari
tingkat yang paling atas sampai kepada tingkat serta semua masyarakat Indonesia
untuk bersama-sama menata kembali bangsa kita ini dengan baik. Para pemimpin
jalankanlah tugas kepemimpinannya yang berpihak kepada rakyat bukan berpihak
kepada kekuasaan, demikian pula rakyat mendengar dan mentaati aturan-aturan
yang ada. Kalau semua berjalan dengan baik maka janji Allah akan kita
dapatinya, yaitu berupa keberkahan dari bumi dan langit. sebagimana
firman-Nya
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ
الْقُرَى ءَامَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ
وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ.
“Jikalau sekiranya penduduk
negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada
mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami)
itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”.
Demikianlah khutbah singkat yang
dapat khatib sampaikan, semoga Allah memberi hidayah kepada kita semua agar
senantiasa bias istiqomah dalam kebenaran. Amin ya Rabbal ‘Alamin.
اَلْحَمْدُللهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ
الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْكَرِهَ
الْمُشْرِكِيْنَ. اَشْهَدُاَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ
لَهُ. وَاَشْهَدُاَنَّ محَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَلَّذِى لاَنَبِىَ
بَعْدَهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍوَّعَلَى
اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ وَالاَهُ : اَمَّابَعْدُ. فياايهاالحاضرون رحمكم
الله, اُوْصِيْكُمْ وَنَفِسى بِتَقْوَى اللهَ فَقَدْفَازَالْمُتَّقُوْنَ قال
الله تعالى فى القران الكريم اعوذ بالله من الشيطان الرجيم ياايهاالذين امنوااتقواالله حق
تقاته ولاتموتن الاوانتم مسلمون. بارك الله لي ولكم في القرأن الكريم ونفعني وإياكم بما فيه من
الأيات وذكر الحكيم.وتقبل مني ومنكم تلاوته إنه هو السميع العليم. أقول قول هذا فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم
KHUTBAH
II
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ
أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.
اللَّهُمَّ صَلِّ وسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ وسَلّمْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ، وَعَنْ أَزْوَاجِهِ أُمَّهَاتِ المُؤْمِنِيْنَ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنْ المُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْن فياايهاالحاضرون رحمكم الله, اُوْصِيْكُمْ وَنَفِسى بِتَقْوَى اللهَ فَقَدْفَازَالْمُتَّقُوْنَ قال الله تعالى فى القران الكريم اعوذ بالله من الشيطان الرجيم وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى ءَامَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ.
اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم
والأموات برحمتك يا ارم لراحمين.اللَّهُمَّ اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا جَمْعًا
مَرْحُوْمًا، وَاجْعَلْ تَفَرُّقَنَا مِنْ بَعْدِهِ تَفَرُّقًا مَعْصُوْمًا، وَلا
تَدَعْ فِيْنَا وَلا مَعَنَا شَقِيًّا وَلا مَحْرُوْمًا.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى.
اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاء
وَأَخْرِجْ لَنَا مِنْ خَيْرَاتِ الأَرْضِ، وَبَارِكْ لَنَا في ثِمَارِنَا
وَزُرُوْعِنَا وكُلِّ أَرزَاقِنَا يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.
رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ :إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ :إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

Komentar
Posting Komentar