Langsung ke konten utama

Postingan

Menumbuhkan Rasa Cinta Kepada Allah dan Rasulullah

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh إنَّ الحَمْدَ لله، نَحْمَدُه، ونستعينُه، ونستغفرُهُ، ونعوذُ به مِن شُرُورِ أنفُسِنَا، وَمِنْ سيئاتِ أعْمَالِنا، مَنْ يَهْدِه الله فَلا مُضِلَّ لَهُ، ومن يُضْلِلْ، فَلا هَادِي لَهُ. أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه. اَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدًى أما بعد... Menumbuhkan Rasa Cinta Kepada Allah dan Rasulullah Puji dan syukur kehadiran Allah Swt,. yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya, khususnya nikmat cinta kepada Allah yang mendorong kita melaksanakan seluruh perintahnya dan menjauhi segala larangannya. Sholawat dan salam keharibaan junjungan alam Baginda Rasulullah Saw,. semoga dengan memperbanyak sholawat kepada beliau Allah kuatkan cinta kepadanya sehingga ringanlah segala bentuk kesusahan dalam beribadah. Amin ya Rabbal ‘alamin. Sebelum khatib memulai khutbah ini, terlebih dahulu khatib berwasiat...

ADA APA DIBULAN SYA’BAN ?

Seri 1: Perpindahan Arah Kiblat Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram… (Qs.At-Taubah : 36) Ayat al-Qur’an diatas menjelaskan bahwa dalam rentang satu tahun ada dua belas bulan yang ditentukan oleh Allah ketika menciptakan langit dan bumi. Diantra dua belas bulan tersebut ada empat bulan yang diagungkan dan dimuliakan. Imam Ibnu Jarir at-Thabari menjelaskan bahwa empat bulan yang dimuliakan itu ialah bulan Rajab, Zulqo’dah, Zulhijjah, dan Muharrom. Keempat bulan ini adalah bulan yang dimuliakan oleh orang-orang jahiliyah pada zaman dahulu. Karena kemuliaan bulan-bulan tersebut, maka orang jahiliyah mengharamkan perang, dan membunuh didalamnya. (Jami’ul Bayan Fi Ta’wil al-Qur’an, Juz 14 hal 234) Tidak berhenti sampai disitu, ketika Rasulullah diutus, beliau juga merekomendasikan bulan-bulan tersebut, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam...

Bagaimanakah Cara Melakukan Takbir Intiqal (perpindahan dari satu rukun ke rukun lain) Dalam Shalat?

Masalah : Dalam shalat, setelah tasyahud Awal kan di sunnatkan takbir ketika hendak bangkit. Nah sunnah nya kapan kita bertakbir, apakah ketika duduk bertakbir, ketika bangkit takbir atau setelah kita berdiri baru takbir? Mohon penjelasan dalilnya  Jawab :  Berkata Imam Al Bukhari (H.No752) dan Imam Muslim (H.No392) Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a, Bahwasanya Abu Hurairah Shalat bersama para sahabat maka ia bertakbir (takbir intiqol/ perpindahan rukun) setiap kali hendak rujuk, sujud dan bangkit dari keduanya. setelah selesai shalat mak Abu Hurairah berkata: "Sungguh shalatku adalah shalat yang paling serupa dengan Shalat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam.  Hadis ini menunjukkan bahwa setiap kali hendak pindah rukun, misal dari berdiri ke rukuk dan seterusnya disunnatkan mengucap takbir الله اكبر yang dikenal dengan takbir intiqol.  Nah lalu bagaimana cara melakukannya?  Al Imam Al Habib Zein bin Sumaith didalam kita...

Bolehkah Mewasholkan Bacaan Fatihah Dalam Shalat ?

Masalah : Apa hukumnya jika didalam shalat terawih imam membaca surah al-fatihah dengan mewasholkannya (yakni menyambungkan bacaan dari bismillaahirrahmaanirrahim sampai kepada iyyakana'budu tanpa di waqofkan ? Jawab :  Dalam masalah ini, al Habib Zein Bin Sumayth menjelaskan, bahwa syarat-syarat sah nya bacaan fatihah dalam shalat sebagai berikut: 1. Tertib: ayatnya harus sesuai urutan, tidak boleh terbalik balik. 2. Muwalat: tidak ada jeda antar tiap ayat lebih dari sekedar tarik nafas. 3. Menjaga huruf hurufnya: jika gugur satu saja hurufnya, maka batal shalatnya. Demikian juga kalau berubah hurufnya. 4. Menjaga tasydid pada ayat tertentu. 5. Membaca seluruh ayatnya termasuk basmallah. 6. Tidak merubah baris ayat. 7. Membaca fatihah sampai tuntas ketika berdiri. 8. Ia sendiri mendengar bacaan fatihah yg dibacanya. 9. Tidak membaca bacaan lain yg dapat merusak shalat ketika membaca fatehah. (Misalnya bersin lalu ucap alhamdulillah...) 10. Meniatkan me...

Apakah Orang Yang Mengqadha Puasa Ramadhan di Bulan Rajab Mendapatkan Pahala Puasa Sunnat Rajab ?

Berikut Jawaban Syaikhul Akbar, Syaikh Dr.'Ali Jum'ah (Mufti Mesir)  هل يجوز صيام القضاء وستة أيام من شوال بنية واحدة؟ أجاب الدكتور علي جمعة محمد، قائلا : يجوز عند كثير من الفقهاء اندراج صوم النفل تحت صوم الفرض ، وليس العكس ؛ أي لا يجوز أن تندرج نية الفرض تحت نية النفل. وبناءً عليه: يجوز للمرأة المسلمة أن تقضي ما فاتها من صوم رمضان في شهر شوال، وبذلك تكتفي بصيام قضاء ما فاتها من رمضان عن صيام الأيام الستة، ويحصل لها ثوابها؛ لكون هذا الصيام قد وقع في شهر شوال، وذلك قياسا على من دخل المسجد فصلى ركعتين قبل أن يجلس بنية صلاة الفرض أو سنة راتبة، فيحصل له ثواب ركعتي تحية المسجد؛ لكون هذه الصلاة التي أداها قبل أن يجلس. قال البجيرمي في حاشيته: "وتحصل بركعتين فأكثر، أي يحصل فضلها ولو كان ذلك فرضا أو نفلا آخر، سواء أنويت معه أم لا؛ لخبر الشيخين: ((إذا دخل أحدكم المسجد فلا يجلس حتى يصلي ركعتين))؛ ولأن المقصود وجود صلاة قبل الجلوس وقد وجدت بذلك". وفي مسألة الصوم قال السيوطي في الأشباه والنظائر ص22: "لو صام في يوم عرفة مثلا قضاء أو نذرا أو كفارة، ونوى معه الص...

Bolehkah Makmum Memanjangkan Do'a di Sujud Terakhir ?

Bismillahirrahmanirrahim.  Ada beberapa hal yang harus dipenuhi oleh makmum dalam shalat berjama’ah. Dan ini dikenal dengan sebutan “Syarat Sah Shalat Berjama’ah”. Diantara syarat tersebut ialah :  1. Makmum tidak boleh berdiri dengan posisi melewati imam. (tetap harus dibelakang imam) 2. makmum harus mengetahui pergerakan imam (bole dengan melihat, mendengar dari speaker/suara imam)  3. hendaklah makmum berniat “makmuman” ketika takbiratul ihrom.  4. Bentuk shalat makmum dan imam harus sama nazhomnya. Maka tidak sah bermakmum zhalat fardhu kepada imam yang sedang shalat jenazah.  5. Makmum harus “mengikuti gerakan imam”. Maka makmum tidak boleh mendahului atau terdahului oleh imam sampai dua rukun fi’li jika tidak ada ‘uzur. Jika ada ‘uzur maka dibolehkan sampai 3 rukun panjang (ruku’, sujud pertama,sujud kedua).  Adapun ‘uzur yang dimaksud dalam hal ini yaitu :  1. makmum yang...

Macam-Macam Orang Yang Menempuh Jalur Tasawuf

(Diterjemahkan dari kitab Tanwir al-Qulub karangan Syaikh Muhammad Amin al-Kurdi an-Naqshibandi) Murid (orang-orang yang berhajat) kepada akhirat, dan orang-orang yang menempuh perjalanan menuju akhirat masing-masingnya akan mengalami salah satu diantara enam kondisi / keadaan. Adakalanya orang yang mencari akhirat itu menempuh jalan sebagai seorang (1) ‘Abid (Orang yang senantiasa beribadah), (2) ‘Alim (orang yang berilmu pengetahuan), (3) Muta’allim (orang yang senantiasa mempelajari ilmu pengetahuan), (4) Wali (Orang yang mengabdi pada masyarakat), (5) Muhtarif (orang yang hatinya selalu condong kepada Allah Swt), (6) Muwahhid (orang yang larut dalam samudera tauhid). Untuk lebih terperinci, berikut uraian terkait masing-masing kondisi diatas :  ‘ Abid : Adalah sebutan bagi orang yang senantiasa melaksanakan ibadah kepada Allah Swt. Ia tidak pernah menyibukkan dirinya selain untuk ibadah kepada Allah Swt,. Hal ini menyebabkan ia akan merasa sangat rugi ...