Langsung ke konten utama

Bagaimanakah Cara Melakukan Takbir Intiqal (perpindahan dari satu rukun ke rukun lain) Dalam Shalat?



Masalah : Dalam shalat, setelah tasyahud Awal kan di sunnatkan takbir ketika hendak bangkit. Nah sunnah nya kapan kita bertakbir, apakah ketika duduk bertakbir, ketika bangkit takbir atau setelah kita berdiri baru takbir? Mohon penjelasan dalilnya 

Jawab : 


Berkata Imam Al Bukhari (H.No752) dan Imam Muslim (H.No392) Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a, Bahwasanya Abu Hurairah Shalat bersama para sahabat maka ia bertakbir (takbir intiqol/ perpindahan rukun) setiap kali hendak rujuk, sujud dan bangkit dari keduanya. setelah selesai shalat mak Abu Hurairah berkata: "Sungguh shalatku adalah shalat yang paling serupa dengan Shalat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam. 

Hadis ini menunjukkan bahwa setiap kali hendak pindah rukun, misal dari berdiri ke rukuk dan seterusnya disunnatkan mengucap takbir الله اكبر yang dikenal dengan takbir intiqol. 
Nah lalu bagaimana cara melakukannya? 


Al Imam Al Habib Zein bin Sumaith didalam kitabnya تقريرة السديدة في مسألة المفيدة juz 1 hal 242 menyebutkan: 
ويسن مد التكبير إلى ان يصل إلى الركن الذي بعده... 

Dan sunnat membentangkan/memanjangkan takbir "mulai dari awal hendak pindah rukun sampai sempurna rukun berikutnya".

Kemudian Imam al Baijuri didalam Hasyiah al Baijuri Juz 1 hal 169. 

ويسن مدها حتى يصل الى الركن المنتقل اليه وإن اتى بجلسة الإستراحة. "لأن لا يخلو جزء من صلاته عن الذكر...ولا يقوم ساكتا لأن الصلاة لا يطلب السكوت فيها حقيقة وهذا في تكبيرة الإنتقالات. 

Sunnah membentangkan/memanjangkan takbir sampai sempurna rukun berikutnya. Meskipun sekadar takbir untuk duduj istirahat sebelum berdiri kembali (dalam shalat). Hal ini bertujuan agar aktifitas sholat tidak kosong dari zikrullah, sebab dalam shalat tidak dianjurkan diam saja, melainkan harus senantiasa berzikir (untuk mengisi waktu selain sunnat bacaan shalat). 

Dengan demikian, bisa diambil kesimpulan bahwa cara takbir intiqol yang benar adalah mengucap takbir dimulai sejak hendak bangkit sampai sempurna berdiri. 

Adapun masa tasmi' atau mendengar bacaan fatihah imam ketika shalat jama'ah, maka disunnatkan berzikir didalam hati smmbil tetap menyimak bacaan imam sebagaimana dijelaskan syaikhna Syaikh Nuruddin Banjar. 
Semoga bermanfaat. Wallahu A'lam....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ujian dan Evaluasi Diri

S etiap dari kita pasti pernah merasakan ujian dalam hidup. Baik dalam bentuk kesulitan ekonomi, masalah kesehatan, hingga konflik dalam hubungan sosial. Ujian ini adalah sebuah kemestian yang tidak bisa dihindari oleh siapa pun. Allah SWT telah menegaskan dalam Al-Qur'an, "Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, 'Kami telah beriman,' dan mereka tidak diuji?" (QS. Al-Ankabut: 2). Ayat ini mengingatkan kita bahwa ujian adalah bagian dari proses untuk meningkatkan kualitas diri, membentuk karakter, dan menguatkan iman kita kepada Allah SWT. Ujian Sebagai Sarana Meningkatkan Kualitas Diri Ujian yang kita hadapi, apapun bentuknya, adalah bagian dari perjalanan hidup yang dirancang untuk meningkatkan kualitas diri kita. Sebagaimana besi yang dipanaskan untuk menjadi lebih kuat, manusia pun diuji agar menjadi lebih baik. Tanpa ujian, kita mungkin tidak akan tahu sejauh mana keteguhan iman kita, seberapa besar kesabaran kita, atau seb...

4 PERTANYAAN

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ وَفَّقَ مَنْ شَاءَ مِنْ خَلْقِهِ بِفَضْلِهِ وَكَرَمِهِ، وَخَذَلَ مَنْ شَاءَ مِنْ خَلْقِهِ بِمَشِيْئَتِهِ وَعَدْلِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَلَا شَبِيْهَ وَلَا مِثْلَ وَلَا نِدَّ لَهُ، وَلَا حَدَّ وَلَا جُثَّةَ وَلَا أَعْضَاءَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا وَعَظِيْمَنَا وَقَائِدَنَا وَقُرَّةَ أَعْيُنِنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ،وَصَفِيُّهُ وَحَبِيْبُهُ. اَللهم صَلِّ وَسَلَّمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إَلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ . أَمَّابَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ الْقَائِلِ فِيْ مُحْكَمِ كِتَابِهِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ (سورة الحشر: ١٨ مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْ...

JANGAN MARAH

الحَمْدُ للهِ، الحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِالْإِحْسَانِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، خَالِقُ اللَّيَالِيْ وَالأَيَّامِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا محمَّدٍ سَيِّدُ العَرَبِ وَالعَجَمِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الزِّحَامِ. أمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْنِيْ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قال الله تعالى فى كتابه الكريم، بسم الله الرحمن الرحيم، وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ، الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ. عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَوْصِنِي، قَالَ: «لاَ تَغْضَبْ» فَرَدَّدَ مِرَارًا، قَالَ: «لاَ تَغْضَبْ» رواه الب...